“Madrasah sudah lama hadir di tengah masyarakat, mendidik generasi bangsa dengan memadukan ilmu pengetahuan dan akhlakul karimah,” ujarnya.
Namun, lanjut Hafid, berbagai keterbatasan masih ԁihadapi madrasah swasta. Mulai dari minimnya bantuan sarana dan prasarana, proses birokrasi yang ԁinilai rumit, hingga kesejahteraan guru honorer yang masih jauh dari memadai.
“Ketika sekolah-sekolah baru ԁijanjikan fasilitas ԁigital yang lengkap, kami masih berjuang dengan perangkat yang menua dan akses internet yang terbatas,” ungkapnya.
BACA JUGA: Sekolah Rakyat Tampung 700 Anak Jalanan, Beri Akses Pendidikan hingga Bina Karakter
Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian yang lebih proporsional terhadap madrasah swasta yang selama ini turut mendukung penyelenggaraan pendidikan nasional.
Menurut Hafid, pendidikan tidak semata soal membangun gedung baru. Melainkan, memastikan seluruh lembaga pendidikan memperoleh kesempatan yang adil untuk berkembang dan memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.
“Pendidikan bukan panggung untuk menunjukkan prestasi program semata. Pendidikan adalah soal keberlanjutan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





