Jateng

Seluruh Minyakita Bau Solar Sudah Ditarik, Pemprov Jateng Minta Bulog Perketat Pengawasan

×

Seluruh Minyakita Bau Solar Sudah Ditarik, Pemprov Jateng Minta Bulog Perketat Pengawasan

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno
Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno memberikan keterangan kepada awak media di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Rabu, 1 Juli 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Perihal lokasi pasti temuan tersebut, Sumarno juga mengaku belum mengingat secara rinci. Namun ia memastikan telah ada penarikan seluruh produk yang terindikasi bermasalah dari jalur pendistribusian.

Sekda Tegaskan Minyakita Bukan Program Bantuan Pemerintah

Dalam kesempatan yang sama, Sumarno juga meluruskan anggapan bahwa Minyakita merupakan bantuan dari pemerintah pusat.

Ia menegaskan Minyakita merupakan minyak goreng yang pemerintah tetapkan harga eceran tertingginya sebagai upaya menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.

“Bukan. Kalau Minyakita kan bukan masalah bantuan karena Minyakita itu minyak yang HET-nya di tentukan. Yang itu sebenarnya untuk melindungi masyarakat supaya terjangkau harganya,” tandas Sumarno.

Masih Tunggu Hasil Uji Laboratorium

Sebelumnya, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah Noval Nixmamara membenarkan pihaknya menerima laporan dugaan Minyakita beraroma minyak tanah atau solar di sejumlah daerah.

Informasi tersebut dinas tersebut perolah setelah berkoordinasi dengan dinas perdagangan kabupaten dan kota.

Namun hingga kini, dinas tersebut belum menyimpulkan penyebab munculnya aroma tersebut karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

“Kami sampai dengan saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan resmi terkait dugaan tersebut sehingga perlu ada pembuktian secara ilmiah melalui pengujian laboratorium. Kami juga belum dapat menyimpulkan penyebab maupun tingkat pengaruhnya sebelum hasil uji laboratorium keluar,” ujar Noval.

Ia mengatakan dinas tersebut bersama instansi terkait tetap melakukan pemantauan terhadap pendistribusian Minyakita agar pasokan di masyarakat tetap aman dan tidak memicu kepanikan.

“Tugas kami terus melakukan monitoring terkait pendistribusian agar tidak terjadi gangguan pasokan maupun kenaikan harga,” katanya.

Temuan Muncul di Sejumlah Daerah

Berdasarkan hasil koordinasi sementara, dugaan temuan Minyakita berbau solar di sejumlah daerah. Di antaranya Kabupaten Karanganyar, Klaten, Wonogiri, Grobogan, dan Demak.

Noval mengatakan dinas tersebut menerima informasi awal mengenai temuan tersebut sekitar dua pekan lalu atau sekitar 19 Juni 2026.

Ia juga memperoleh laporan bahwa Bulog bersama distributor telah menarik seluruh produk yang terindikasi bermasalah, kemudian menggantinya dengan produk baru.