SEMARANG, beritajateng.tv – Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi momentum penting bagi destinasi wisata keluarga di Kota Semarang, termasuk Semarang Zoo.
Namun berbeda dari kebanyakan tempat wisata yang memburu lonjakan jumlah pengunjung, pengelola kebun binatang ini justru memilih fokus pada target pendapatan secara keseluruhan.
PT Taman Satwa Semarang selaku pengelola Semarang Zoo tidak memasang target jumlah tiket terjual selama libur Nataru. Manajemen lebih menitikberatkan pada capaian pendapatan dari berbagai lini usaha, mulai dari tiket masuk, wahana permainan, hingga penjualan produk kemitraan.
“Target kami bukan jumlah tiket, tetapi total pendapatan. Untuk periode libur Nataru ini, target pendapatan yang kami tetapkan sebesar Rp600 juta,” ujar Manajer Pemasaran sekaligus Pelaksana Tugas Direktur Semarang Zoo, Swandito Widyotomo.
BACA JUGA: Semarang Zoo Siapkan Zoonderland dan Forest Track, Liburan Akhir Tahun Bakal Makin Berwarna
Swandito menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan hasil evaluasi yang telah mendapat kesempatan bersama manajemen terdahulu. Saat ini, ia hanya melanjutkan dan mengawal kebijakan tersebut hingga penetapan direktur definitif.
“Skema target ini sudah melalui rumusan sejak direktur sebelumnya. Posisi saya sekarang melanjutkan yang sudah berjalan agar tetap konsisten,” katanya.
Menurut Swandito, fokus pada target pendapatan menurutnya lebih realistis daripada mengejar jumlah pengunjung.
Selain tiket masuk, pendapatan Semarang Zoo juga berasal dari berbagai wahana seperti water boom, kereta mini, hingga penjualan makanan dan minuman hasil kerja sama dengan mitra.
“Kalau hanya bicara jumlah pengunjung, itu terbatas pada tiket saja. Sementara pendapatan mencakup semua transaksi di dalam kawasan wisata,” jelasnya.
Manajemen juga mempertimbangkan faktor eksternal seperti cuaca ekstrem dan lokasi Semarang Zoo yang berada di perbatasan Kota Semarang dan Kabupaten Kendal. Kondisi tersebut dinilai memengaruhi pola kunjungan wisatawan.
“Letak kami tidak di tengah kota dan faktor cuaca juga cukup menentukan. Karena itu, target pendapatan kami anggap lebih masuk akal daripada menargetkan jumlah pengunjung,” imbuh Swandito.
Selain sebagai destinasi rekreasi, Semarang Zoo menegaskan perannya sebagai wisata edukasi berbasis konservasi. Interaksi satwa di rancang untuk memberikan pemahaman kepada pengunjung tentang cara memperlakukan dan merawat hewan dengan benar.
“Penekanan kami ada pada edukasi. Lewat program interaksi satwa, pengunjung bisa belajar bagaimana memperlakukan satwa, baik yang di pelihara di rumah maupun satwa liar,” ujarnya.
Banyak Event Menarik di Semarang Zoo
Sementara itu, Koordinator Marketing Semarang Zoo, drh Nico Setiawan, mencatat adanya peningkatan jumlah pengunjung selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dari periode yang sama tahun sebelumnya.
“Ada kenaikan sekitar dua sampai tiga persen dari momen Natal tahun lalu. Rata-rata kunjungan harian bisa mencapai sekitar 1.000 orang, kecuali hari Jumat yang biasanya lebih landai,” jelas Nico.
Untuk memanjakan pengunjung, Semarang Zoo menyiapkan rangkaian kegiatan hiburan dan edukasi sepanjang libur Nataru. Pertunjukan musik dan seni berjalan hampir setiap hari di Panggung Plaza, mulai dari penampilan band lokal hingga sajian seni budaya dan tari.
Kegiatan sosial juga menjadi bagian dari rangkaian acara. Pada Senin (29/12), Semarang Zoo menggelar kegiatan inklusif bersama anak-anak Sekolah Luar Biasa (SLB). Kegiatan ini di rancang sebagai ruang belajar, hiburan, sekaligus interaksi ramah anak di lingkungan kebun binatang.
“Momentum liburan ini juga kami manfaatkan untuk kegiatan sosial agar Semarang Zoo bisa dinikmati semua kalangan,” ujar Nico.
Terkait kepadatan pengunjung, Nico memastikan kondisi satwa tetap aman dan terjaga. Satwa di Semarang Zoo disebut telah terbiasa dengan kehadiran manusia dan keramaian.
“Satwa di sini sudah terbiasa melihat pengunjung, jadi tidak mudah stres. Area acara juga tidak berdekatan dengan kandang, dan satwa yang di ajak interaksi sudah melalui proses pelatihan,” pungkasnya.
Dengan pendekatan yang menyeimbangkan hiburan, edukasi, dan konservasi, Semarang Zoo berharap libur Nataru tidak hanya menghadirkan keramaian, tetapi juga pengalaman berwisata yang berkualitas bagi pengunjung. (*)
Editor: Elly Amaliyah





