Sebagai pengganti peragaan tunggang, Semarang Zoo menghadirkan sejumlah aktivitas alternatif. Seperti Feeding Elephant atau kegiatan memberi makan gajah, sesi foto edukatif, pengenalan aktivitas harian gajah, perawatan rutin. Serta program animal encounter yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman pengunjung tentang perilaku dan kebutuhan satwa.
Semarang Zoo juga menegaskan akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan seluruh kebijakan konservasi berjalan secara konsisten dan transparan.
Selain itu, lembaga konservasi ini berkomitmen mengembangkan program-program yang inovatif, informatif, dan berorientasi pada kesejahteraan satwa.
“Kami ingin Semarang Zoo tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga sarana edukasi dan konservasi yang memberikan nilai positif bagi masyarakat dan kelestarian satwa,” pungkasnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





