“Tingkah laku dari elite negara yang kian hari membawa arah bangsa ini menjauh dari cita-cita awal kemerdekaan, sesuai yang tercantum pada amanat konstitusi itu sendiri. Maka dari itu, kami mahasiswa Semarang menggaungkan Panca Tuntutan Rakyat atau yang kita sebut sebagai Pantura,” ujar Maajid.
BACA JUGA: Tertahan di Jalan Pemuda, Massa BEM Semarang Raya Nyanyikan Tombo Ati Versi Kritik Pemerintah
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan lima tuntutan yang mereka sebut sebagai Panca Tuntutan Rakyat (Pantura). Lima tuntutan itu meliputi:
1. Menurunkan harga bahan pokok dan BBM;
2. Mengembalikan TNI dan Polri ke fungsi utama sesuai tugas dan kewenangannya;
3. Melakukan evaluasi total terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menghentikan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP);
4. Mengembalikan kepemilikan tanah kepada rakyat serta segera merehabilitasi wilayah terdampak bencana;
5. Menghentikan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di lingkungan pemerintahan.
Maajid mengatakan aksi tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk menyampaikan tuntutan mahasiswa, tetapi juga bentuk solidaritas terhadap masyarakat di sejumlah wilayah yang terdampak bencana.
BACA JUGA: Bawa Uang Mainan dan Cokelat Emas, BEM SI Desak Kejati Jateng Usut Tuntas Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus
“Dan aksi hari ini kami tunjukkan juga sebagai solidaritas untuk rakyat Aceh, Flores, Papua, dan Kalimantan, Sumatra, dan seluruh wilayah-wilayah yang hari ini terkena bencana karena kita sebagai sesama saudara sebangsa yang tertindas,” ujarnya.
Maajid menyebut lima tuntutan tersebut sebelumnya telah ԁisampaikan mahasiswa dalam aksi di depan Gedung DPRD Jawa Tengah. Namun, menurutnya, aspirasi tersebut belum memperoleh respons yang ԁiharapkan.
“Kita sudah pernah menyampaikan aksi ini, aspirasi Pantura ini di depan gedung DPRD, namun tidak pernah ada respons,” ujarnya.
Karena itu, mahasiswa memilih Tugu Muda sebagai lokasi penyampaian aspirasi. Menurut Maajid, langkah tersebut menjadi simbol bahwa mahasiswa ingin kembali menyatu dengan masyarakat dan menyuarakan keresahan publik.





