“Maka, kami tidak menemukan fungsi nyata DPR sebagai wakil aspirasi kita. Maka dari itu, kita ingin kembali untuk melebur dengan masyarakat. Kepada masyarakat bahwasanya kita masih bersama mereka,” katanya.
Ia berharap suara mahasiswa dari Semarang dapat terdengar hingga pemerintah pusat. “Pada akhirnya terdengar di telinga yang tuli, telinga pemerintah dan sampai ke telinga pemerintah pusat. Hidup mahasiswa!” serunya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





