Jateng

Sepekan Operasi Keselamatan Candi 2026, Polres Semarang Tindak 1.150 Pelanggaran Lalu Lintas

×

Sepekan Operasi Keselamatan Candi 2026, Polres Semarang Tindak 1.150 Pelanggaran Lalu Lintas

Sebarkan artikel ini
Kasatlantas Polres Semarang, AKP Lingga Ramadhani. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Memasuki sepekan pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026, jajaran Satlantas Polres Semarang telah menindak sedikitnya 1.150 pelanggaran lalu lintas.

Kasatlantas Polres Semarang, AKP Lingga Ramadhani, merinci bahwa dari jumlah tersebut, sekitar 600 pelanggar ditindak dengan tilang, sementara 550 lainnya diberikan teguran.

“Sejauh ini pelaksanaan Operasi Keselamatan di wilayah hukum Polres Semarang berjalan kondusif tanpa ada kejadian lalu lintas yang menonjol,” jelas Lingga di sela kegiatan “Police Art” di Fort Willem I Ambarawa, Kabupaten Semarang, Sabtu, 7 Februari 2026.

BACA JUGA: Tekan Angka Kecelakaan, Satlantas Polres Semarang Gelar Operasi Keselamatan Candi 2026

Meskipun situasi terkendali, tercatat terjadi 10 kecelakaan lalu lintas dengan satu korban jiwa selama periode tersebut. Namun, AKP Lingga menyebut angka kecelakaan di Kabupaten Semarang secara umum mengalami penurunan.

Sebagai upaya edukasi yang lebih humanis, Satlantas Polres Semarang menggelar kegiatan “Police Art” untuk menyampaikan pesan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) kepada masyarakat.

Acara yang menyasar pengunjung wisata Fort Willem I ini makin meriah oleh panggung musik Zebra Band yang beranggotakan personel Satlantas, pentas seni tradisional, hingga penampilan drumband Polisi Cilik dari TK Bhayangkara.

BACA JUGA: Dukung Operasi Keselamatan 2026, Polda Jateng Gelar Ramp Check Bus-Angkutan Barang

Selain hiburan, kepolisian juga menyediakan layanan praktis bagi masyarakat di lokasi wisata, mulai dari gerai Samsat Mobile, layanan SIM Keliling, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga lomba mewarnai untuk anak-anak.

Salah satu pengunjung asal Gunungkidul, DIY, Sriyudho Pramono (61), mengapresiasi metode sosialisasi ini. Ia datang bersama rombongan klub Senam Tera Handayani Gunungkidul dan merasa terkesan dengan pendekatan polisi.

“Pendekatan melalui kesenian di tempat wisata seperti ini sangat bagus. Hal ini dapat menambah simpati masyarakat karena polisi hadir dengan cara yang humanis dan artistik,” ungkap Sriyudho. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp