Jateng

Serapan APBD Kota Semarang 2025 Capai 85 Persen, BPKAD Sebut Sudah Ideal

×

Serapan APBD Kota Semarang 2025 Capai 85 Persen, BPKAD Sebut Sudah Ideal

Sebarkan artikel ini
Serapan APBD Kota Semarang 2025 Capai 85 Persen, BPKAD Sebut Sudah Ideal
Kepala BPKAD Kota Semarang, Tuning Sunarningsih. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kinerja pengelolaan keuangan daerah Kota Semarang sepanjang tahun 2025 menunjukkan hasil yang cukup positif.

Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Semarang mencatat serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 pada masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) rata-rata berada di angka 85 persen.

Kepala BPKAD Kota Semarang, Tuning Sunarningsih, mengatakan capaian tersebut mencerminkan efektivitas perencanaan dan pelaksanaan program di tingkat OPD.

Saat ini, pihaknya masih melakukan proses rekonsiliasi akhir untuk memastikan data serapan anggaran APBD seluruh OPD Kota Semarang telah terverifikasi dengan baik.

“Secara keseluruhan serapan sudah mendekati 90 persen. Sekarang masih dalam tahap penghitungan dan rekonsiliasi. Apakah memungkinkan mendekati 100 persen atau tidak,” ujar Tuning.

BACA JUGA: Buruh Butuh Hunian Layak, DPRD Kota Semarang Usulkan Rusun Jadi Hak Milik

Menurutnya, serapan anggaran yang tidak mencapai 100 persen justru merupakan kondisi yang wajar dalam pengelolaan keuangan daerah. Hal tersebut umumnya karena hasil lelang proyek yang berada di bawah pagu anggaran.

“Memang pasti ada sisa anggaran. Dalam satu proyek itu hampir selalu di bawah pagu. Kalau pas sesuai pagu malah tidak wajar,” jelasnya.

Ia mencontohkan, sebuah proyek dengan pagu anggaran Rp1 miliar bisa di menangkan melalui proses lelang dengan nilai penawaran Rp800 juta. Selisih tersebut otomatis menjadi sisa anggaran dan tidak terserap.

“Kalau serapan justru 100 persen, itu malah bisa berpotensi menjadi temuan. Jadi serapan di kisaran 85 persen itu sudah tergolong baik,” tambah Tuning.

Selain belanja daerah, BPKAD Kota Semarang juga mencatat kinerja pendapatan daerah pada tahun 2025 tergolong cukup tinggi.

Pendapatan yang bersumber dari dana transfer, retribusi, dan sumber lainnya mampu terealisasi hingga sekitar 93 persen dari target yang ada.

Memasuki tahun anggaran 2026, Tuning menyebut Pemerintah Kota Semarang akan memfokuskan penggunaan APBD pada program-program prioritas sesuai arahan Wali Kota Semarang.

Sejumlah isu strategis seperti ketahanan pangan, lingkungan hidup, dan penanganan banjir menjadi perhatian utama.

“Tahun 2026 akan ada fokus pada program-program prioritas seperti Semarang Cerdas, Semarang Tangguh, dan Semarang Sehat. Semua diselaraskan dengan visi dan arahan Wali Kota,” pungkasnya. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp