Ia juga meminta Kementerian Pendidikan Dasar Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Agama (Kemenag) memperhatikan materi pendidikan yang berkaitan dengan isu tersebut.
“Dan juga tentu ini kami mendorong kepada pihak-pihak yang punya kepentingan, Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama, jangan sampai ada kurikulum yang di situ mendukung LGBT,” katanya.
Selain pendidikan, FORMASI juga meminta adanya penguatan regulasi. Dalam siaran pers aksi, kelompok tersebut membawa lima tuntutan, di antaranya menolak kampanye, promosi dan normalisasi LGBT; mendukung implementasi Perpres Nomor 111 Tahun 2025; mendorong sosialisasi Fatwa MUI Nomor 57 Tahun 2014; serta meminta pemerintah membuat regulasi yang berkaitan dengan isu tersebut.
Rohmadi juga membenarkan pihaknya meminta TNI mengintegrasikan edukasi mengenai isu LGBT dalam program Bela Negara. Sementara Polri ԁidorong memperketat patroli siber dan pengawasan terhadap organisasi yang menurut mereka mempromosikan LGBT.
BACA JUGA: Tegaskan Penyikapan LGBT Lewat Pendekatan Humanis, LDII Jateng: Kekerasan Bertentangan dengan Nilai Agama
“Kami meminta, ya, mengintegrasikan edukasi LGBT untuk program bela negara,” tuturnya.
Dalam menyampaikan alasan penolakannya, Rohmadi juga menyinggung perilaku hubungan sesama jenis tersebut. Ia bahkan membandingkan perilaku suka sesama jenis dengan kehidupan hewan untuk memperkuat pandangannya mengenai LGBT.
Menurut Rohmadi, hubungan sesame jenis baik laki-laki dengan laki-laki maupun perempuan dengan perempuan tidak ԁitemukan dalam kehidupan hewan.
“Coba teman-teman bayangkan perbuatan laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan, itu tidak ԁijumpai di kehidupan hewan. Mana ada anjing jantan mengejar anjing jantan, ayam jantan mengejar ayam jantan. Itu tidak terjadi di kehidupan hewan,” ujarnya.
Ia kemudian mengaitkan LGBT dengan kisah Nabi Luth yang menurutnya merupakan gambaran perilaku yang kembali terjadi pada masa sekarang.
“Tapi ini hari perilaku yang niscaya, perilaku yang bobrok di zamannya Nabi Luth terulang kembali. Nah, ini tentu kita harus peduli. Kami merasa terpanggil untuk menyelamatkan generasi,” katanya.





