Jateng

Serukan Tolak LGBT di Kantor Gubernur Jateng, FORMASI Semarang: Perilaku Bobrok Zaman Nabi Luth Terulang Lagi

×

Serukan Tolak LGBT di Kantor Gubernur Jateng, FORMASI Semarang: Perilaku Bobrok Zaman Nabi Luth Terulang Lagi

Sebarkan artikel ini
FORMASI LGBT
Situasi unjuk rasa tolak LGBT oleh Forum Ummat Selamatkan Generasi (FORMASI) Semarang di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Minggu, 23 Agustus 2026 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Ratusan orang yang tergabung dalam Forum Ummat Selamatkan Generasi (FORMASI) Semarang menggelar aksi penolakan terhadap Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Minggu, 23 Agustus 2026 sore.

Pantauan beritajateng.tv, massa aksi terbagi dalam kelompok laki-laki dan perempuan. Para demonstran membawa sejumlah poster dan spanduk yang berisi penolakan terhadap LGBT. Menariknya, kelompok tersebut juga mengajak anak di bawah umur untuk ikut serta dalam aksi.

Seruan “tolak LGBT” dan takbir juga terdengar dari massa aksi yang mengikuti orasi. Salah satu spanduk besar yang ԁibawa peserta perempuan bertuliskan “Semarang Tolak LGBT, Negeri Berkah dan Aman Tanpa LGBT”.

Sejumlah poster lain bertuliskan “Lindungi Keluarga dari Perilaku LGBT” hingga “LGBT Penghancur Peradaban Umat”. Aksi berlangsung kondusif. Jalan Pahlawan tidak sepenuhnya ԁitutup sehingga kendaraan masih dapat melintas di sekitar lokasi.

Humas Aksi FORMASI Semarang, Rohmadi, mengatakan aksi tersebut ԁigelar sebagai bentuk kepedulian terhadap isu LGBT yang menurut kelompoknya dapat memengaruhi moral generasi muda.

“Kami dari Forum Umat Selamatkan Generasi hari ini melakukan aksi damai untuk menolak LGBT. Jadi, kami ingin menyelamatkan Indonesia dari ancaman LGBT,” ujar Rohmadi saat beritajateng.tv temui di sela-sela aksi.

Rohmadi menyebut, penolakan tersebut tidak hanya ԁidasarkan pada alasan keagamaan. Ia meyakini, masyarakat secara umum perlu ikut terlibat dalam upaya yang mereka sebut sebagai pencegahan penyebaran perilaku LGBT.

BACA JUGA: MUI Usulkan Istilah LGBT Diganti Jadi LGSP, Apa Itu?

Tak hanya masyarakat, kata Rohmadi, pemerintah juga perlu melakukan langkah pencegahan sejak dini, termasuk melalui pendidikan.

Rohmadi mengatakan, penolakan terhadap LGBT menurut kelompoknya tidak cukup hanya melalui aksi. Ia meminta pemerintah memperkuat pendidikan yang menurutnya dapat membentuk mental dan moral generasi muda.

“Pemerintah harus membuat kurikulum yang itu dengan mental, dengan moral. Karena sekarang ini sudah luar biasa. Jadi, arus informasi sudah demikian rupa. Propaganda di media, di medsos itu untuk mendukung LGBT,” ujarnya.

Ia juga meminta Kementerian Pendidikan Dasar Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Agama (Kemenag) memperhatikan materi pendidikan yang berkaitan dengan isu tersebut.

“Dan juga tentu ini kami mendorong kepada pihak-pihak yang punya kepentingan, Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama, jangan sampai ada kurikulum yang di situ mendukung LGBT,” katanya.

Selain pendidikan, FORMASI juga meminta adanya penguatan regulasi. Dalam siaran pers aksi, kelompok tersebut membawa lima tuntutan, di antaranya menolak kampanye, promosi dan normalisasi LGBT; mendukung implementasi Perpres Nomor 111 Tahun 2025; mendorong sosialisasi Fatwa MUI Nomor 57 Tahun 2014; serta meminta pemerintah membuat regulasi yang berkaitan dengan isu tersebut.

Rohmadi juga membenarkan pihaknya meminta TNI mengintegrasikan edukasi mengenai isu LGBT dalam program Bela Negara. Sementara Polri ԁidorong memperketat patroli siber dan pengawasan terhadap organisasi yang menurut mereka mempromosikan LGBT.

BACA JUGA: Tegaskan Penyikapan LGBT Lewat Pendekatan Humanis, LDII Jateng: Kekerasan Bertentangan dengan Nilai Agama

“Kami meminta, ya, mengintegrasikan edukasi LGBT untuk program bela negara,” tuturnya.

Dalam menyampaikan alasan penolakannya, Rohmadi juga menyinggung perilaku hubungan sesama jenis tersebut. Ia bahkan membandingkan perilaku suka sesama jenis dengan kehidupan hewan untuk memperkuat pandangannya mengenai LGBT.

Menurut Rohmadi, hubungan sesame jenis baik laki-laki dengan laki-laki maupun perempuan dengan perempuan tidak ԁitemukan dalam kehidupan hewan.

“Coba teman-teman bayangkan perbuatan laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan, itu tidak ԁijumpai di kehidupan hewan. Mana ada anjing jantan mengejar anjing jantan, ayam jantan mengejar ayam jantan. Itu tidak terjadi di kehidupan hewan,” ujarnya.

Ia kemudian mengaitkan LGBT dengan kisah Nabi Luth yang menurutnya merupakan gambaran perilaku yang kembali terjadi pada masa sekarang.

“Tapi ini hari perilaku yang niscaya, perilaku yang bobrok di zamannya Nabi Luth terulang kembali. Nah, ini tentu kita harus peduli. Kami merasa terpanggil untuk menyelamatkan generasi,” katanya.

BACA JUGA: Perpres LGBT sebagai Ancaman Nonmiliter Dinilai Picu Diskriminasi Kelompok Minoritas

Rohmadi juga mengatakan masyarakat perlu mengambil sikap terhadap perilaku yang menurutnya menyimpang di lingkungan sekitar, termasuk jika ԁitemukan pada anak-anak sekolah.

“Jangan sampai kita bisu, di sekeliling kita ada perilaku menyimpang. Ada anak-anak sekolah laki-laki suka laki-laki, perempuan suka perempuan. Bahkan yang jenis kelamin yang transgender itu seperti itu. Maka ini harus kita tolak,” tuturnya.

Lebih jauh, Rohmadi memperkirakan massa yang hadir dalam aksi tersebut mencapai sekitar dua ribu orang. Ia mengatakan peserta mayoritas berasal dari wilayah Kota Semarang dan sekitarnya.

“Kalau kita lihat ini dari ujung, ya, hampir Polda sampai ujung DPRD ini tidak lebih tidak kurang dari dua ribu, sekitar,” katanya.

Menurutnya, aksi tersebut tidak berhenti pada demonstrasi di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah. FORMASI berencana menyampaikan aspirasi secara langsung kepada DPRD.

“Kalau nanti pemerintah tidak merespons, nah, kami akan turun lagi. Dan rencana kami Senin atau Rabu, karena Selasa libur, kami akan ke dewan. Jadi ingin menyampaikan aspirasi ini di dewan. Ini kan pihak yang ԁibayar oleh rakyat,” pungkas Rohmadi. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp