Pendidikan

SEWUNARA x Semarang IP Summit Bidik Karya Kreatif Anak Muda Jadi Aset Ekonomi

×

SEWUNARA x Semarang IP Summit Bidik Karya Kreatif Anak Muda Jadi Aset Ekonomi

Sebarkan artikel ini
SEWUNARA x Semarang IP Summit Bidik Karya Kreatif Anak Muda Jadi Aset Ekonomi
Pembukaan SEWUNARA x Semarang IP Summit oleh Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng di Binus @Semarang University. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kota Semarang mulai mendorong karya kreatif anak muda agar tidak berhenti sebagai karya seni atau ide semata. Penguatan intellectual property (IP) menjadi salah satu cara untuk mengubah kreativitas menjadi aset yang memiliki nilai budaya sekaligus ekonomi.

Upaya tersebut terlihat dalam kolaborasi SEWUNARA (Semarang International Art & Design Festival) x Semarang IP Summit 2026 yang berlangsung di BINUS @Semarang pada 26 September hingga 10 Oktober 2026.

Mengusung tema “Kota Masa Depan”, kegiatan ini mempertemukan akademisi, pemerintah, pelaku industri, desainer, seniman, kreator, mahasiswa hingga organisasi profesi dari berbagai negara.

Kolaborasi tersebut membawa isu yang lebih luas dari sekadar perkembangan seni dan desain. Forum ini membahas bagaimana gagasan kreatif dapat berkembanh, terlindungi, dan memiliki nilai ekonomi dalam ekosistem industri kreatif.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kembali industri kreatif di Kota Semarang.

“Bagus ini. Dan ini akan kita perbesar nanti dengan acara-acara yang lainnya lagi,” kata Agustina.

Menurutnya, Semarang IP Summit juga akan pihaknya kembangkan melalui kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah. Pemerintah kota ingin menangkap potensi kreativitas anak muda melalui berbagai agenda ekonomi kreatif.

“IP Summit ini oleh Dinas Perindustrian kita jadikan satu. Nanti akan di tangkap oleh teman-teman dari Arsip dan Kominfo kemudian untuk membuat berbagai macam event yang menangkap ekonomi kreatif anak-anak muda,” ujarnya.

Agustina mengatakan sejumlah agenda lanjutan sedang disiapkan Pemerintah Kota Semarang. Ia berharap kolaborasi dengan berbagai pihak dapat membuat ekosistem industri kreatif semakin aktif.

BACA JUGA : Binus @Semarang Buka Beasiswa hingga 100 Persen, Siapkan Talenta AI dan Transformasi Digital 

“Tunggu saja. Pasti sebentar lagi karena sedang di godok. Dan kita bersyukur tamu-tamu serta narasumbernya keren-keren,” katanya.

Ia juga mengapresiasi BINUS @Semarang yang menjadi salah satu ruang bertemunya pelaku kreatif dengan pemerintah dan industri.

“Terima kasih BINUS ya karena sudah memfasilitasi dan mudah-mudahan ini menjadi langkah pertama bagi Pemerintah Kota Semarang. Untuk menggairahkan kembali industri kreatif yang ada di Kota Semarang,” ujar Agustina.

Pengembangan industri kreatif tersebut juga mulai diarahkan pada pemanfaatan teknologi. Pemkot Semarang, kata Agustina, telah menyiapkan aplikasi yang memuat berbagai informasi mengenai Kota Semarang.

“Ada. Kita membuat aplikasi untuk melihat berbagai macam destinasi. Tidak hanya pariwisata, tetapi juga pendidikan, layanan, dan lain sebagainya di Semarang dalam genggaman saya,” jelasnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang Arwita Mawarti mengatakan IP Summit menjadi salah satu wadah baru untuk mengembangkan potensi generasi muda yang memiliki ide kreatif.

Menurutnya, Kota Semarang memiliki banyak anak muda dengan gagasan yang dapat berkembang menjadi bagian dari ekonomi kreatif.

“IP Summit ini akan menjadi wadah dan kami dari Dinas Perindustrian dalam men-support program Waras Ekonominya Bu Wali akan terus membuat kegiatan-kegiatan yang turut mengembangkan para IKM,” kata Arwita.

Ia mengatakan Dinas Perindustrian memiliki peran dalam mendorong pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) agar mampu berkembang. Ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor yang terus mendapat perhatian.

“Kemenangan Dinas Perindustrian Kota Semarang ini adalah pada pengembangan IKM untuk bisa mewadahi para pelaku industri ekonomi kreatif ini untuk terus berkembang,” ujarnya.

Arwita menegaskan pihaknya siap memberikan pendampingan kepada pelaku industri kreatif. IP Summit menjadi salah satu sarana untuk mempertemukan pelaku usaha dengan pengetahuan dan jaringan industri.

“Kami siap mendampingi dan melakukan berbagai kegiatan untuk pengembangan tersebut. Salah satunya melalui IP Summit,” katanya.

SEWUNARA Jadi Ruang Kreatif

Sementara itu, Campus Director BINUS @Semarang, Dr. Fredy Purnomo, S.Kom., M.Kom., mengatakan pembangunan kota masa depan tidak cukup hanya mengandalkan teknologi dan infrastruktur.

Menurut dia, manusia, kreativitas, interaksi sosial dan komunitas juga menjadi bagian penting dalam membentuk kota.

“Ketika kita berbicara mengenai kota masa depan, kita tidak hanya berbicara tentang teknologi atau infrastruktur. Kita juga perlu melihat bagaimana manusia akan hidup, berinteraksi, berkarya, dan membangun komunitas di dalamnya,” ujar Fredy.

SEWUNARA menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai perspektif tersebut. Festival yang dirangkai Program Desain Komunikasi Visual (DKV) BINUS @Semarang itu didukung Program Teknik Industri dan Ilmu Komputer.

Festival tersebut juga bekerja sama dengan AIDIA (Asosiasi Profesional Desain Komunikasi Visual Indonesia), pemerintah, serta Komite Ekonomi Kreatif Kota Semarang.

Sementara Semarang IP Summit memperkuat pembahasan dari sisi intellectual property. Forum ini mempertemukan pelaku komik, animasi, ilustrasi, game dan industri kreatif digital.

Rangkaian acara meliputi twin class, workshop, art and design exhibition, IP Expo & Exhibition, business conference, talkshow and congress, industry insight, comic launching, performance art hingga immersive exhibition.

Jadi Ruang Dialog Pelaku Kreatif

Head of Visual Communication Design BINUS @Semarang, Noor Udin atau Pak Ung, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi ruang dialog bagi kreator IP, desainer profesional, akademisi, mahasiswa, masyarakat kreatif dan pemangku kepentingan.

Menurut dia, berbagai perubahan akibat teknologi harus direspons dengan tetap mempertahankan nilai kemanusiaan.

Kolaborasi tersebut mencoba mempertemukan empati, gagasan, kreativitas dan teknologi agar perkembangan industri kreatif tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pembukaan pada 26 September 2026 menghadirkan sejumlah tokoh dari pemerintah, industri kreatif, akademisi dan komunitas. Agenda tersebut juga dilanjutkan dengan Business Conference serta sesi yang membahas strategi IP dari perspektif publisher dan investor.

Melalui SEWUNARA x Semarang IP Summit, Semarang tidak hanya menjadi tempat pamer karya. Kota ini juga menjadi ruang pertemuan bagi gagasan kreatif, teknologi dan intellectual property. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp