Scroll Untuk Baca Artikel
EkbisGaya HidupNews Update

ShopeePay Talk Bahas Cara Menyusun Konten Menarik di Dapur Kreatif Brand

×

ShopeePay Talk Bahas Cara Menyusun Konten Menarik di Dapur Kreatif Brand

Sebarkan artikel ini
ShopeePay Talk Bahas Cara Menyusun Konten Menarik di Dapur Kreatif Brand

Semarang, 22/2 (BeritaJateng.tv) – ShopeePay Talk, sebuah platform diskusi interaktif bulanan yang diinisiasi oleh ShopeePay untuk membahas berbagai topik ringan, trendy dan insightful, hadir kembali mengupas seluk beluk konten kreatif brand serta strategi meramu konten digital untuk dapat mencuri perhatian konsumen.

Mengangkat topik ‘Dari Konten Turun ke Hati’, ShopeePay Talk mengundang dua sosok yang datang dari dua industri bisnis berbeda, yaitu Dandi Sepsaditri, Founder & CEO Baso Aci Akang dari industri F&B, serta Ahmad Qois, Marketing Manager Bobobox dari industri perhotelan dan pariwisata. Tak ketinggalan, turut hadir Giorrando Grissandy, Founder & CEO Garis Temu, selaku pakar industri kreatif.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Eka Nilam Dari, Head of Strategic Merchant Acquisition ShopeePay mengatakan “Tidak bisa dipungkiri lagi, media sosial kini telah menjadi salah satu platform jitu yang dapat menghubungkan serta membangun kedekatan personal antara bisnis dengan konsumennya. Terlebih di tengah masa pandemi, di mana ruang gerak masyarakat sangat terbatas, media sosial sangat diandalkan agar bisnis dapat terus berjalan. Kami harap pemaparan serta insight inspiratif dari para pembicara ShopeePay Talk kali ini dapat membantu para pebisnis dalam mengembangkan bisnisnya lewat media sosial dengan strategi yang jitu, pengemasan cerita yang tepat sasaran, hingga eksekusi yang matang.”

Di era serba digital ini, masyarakat memiliki akses informasi yang tak terbatas berkat kehadiran internet dan media sosial. Hal tersebut tentunya menguntungkan sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi bisnis untuk berkomunikasi dengan konsumen dan target pasarnya. Bagaimana tidak, tingginya paparan informasi membuat masyarakat secara aktif menyeleksi konten sesuai dengan ketertarikan dan preferensi masing-masing.

Menilik keberhasilan Dandi Sepsaditri dari Baso Aci Akang dan Ahmad Qois dari Bobobox, serta insight dan pengalaman dari pakar industri kreatif Giorrando Grissandy, terangkum tiga strategi khusus yang bisa diterapkan pada proses perencanaan konten kreatif dalam berbisnis:

Gali preferensi audiens dan tonjolkan daya pikat brand

Layaknya aset bisnis, saat ini akun media sosial juga memegang peranan penting sebagai platform penghubung antara bisnis dengan audiensnya, mulai dari konsumen, calon konsumen, hingga masyarakat secara luas. Untuk menyusun formula komunikasi yang tepat melalui konten, brand harus mengenali preferensi, kecenderungan, serta perilaku dari audiensnya.

Dandi Sepsaditri, Founder & CEO Baso Aci Akang mengatakan, “Kehadiran beragam platform digital, fitur, hingga tren telah membuat spektrum konten di media sosial menjadi sangat luas dan dinamis. Untuk itu, guna menyuguhkan konten yang engaging, pebisnis harus kenal betul gaya komunikasi, preferensi, serta profil dari audiensnya. Selain mengenali konsumen, brand juga jangan lupa untuk bisa mengidentifikasi kelebihan serta daya pikat dari produk yang ditawarkan. Di Baso Aci Akang sendiri, kami sangat mengandalkan aspek visual demi menonjolkan keistimewaan produk kami yang notabene adalah makanan dan minuman. Seluruh konten kami dirancang untuk bisa memperlihatkan kelezatan yang diharapkan dapat menggugah selera dan mendorong konsumen untuk membeli produk kami.”

Tinggalkan Balasan