Jateng

Siang Panas Menyengat Malam Diguyur Hujan, Ini Penjelasan BMKG Kota Semarang

×

Siang Panas Menyengat Malam Diguyur Hujan, Ini Penjelasan BMKG Kota Semarang

Sebarkan artikel ini
ferry oktarisa BMKG
Prakirawan BMKG Ahmad Yani Semarang, Ferry Oktarisa saat ditemui di kantornya beberapa waktu lalu. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Perubahan cuaca yang terasa ekstrem dalam beberapa hari terakhir di Kota Semarang menjadi perhatian masyarakat. Siang hari terasa sangat terik, namun menjelang malam justru turun hujan di Semarang, bahkan terkadang bersamaan dengan angin kencang.

Kondisi ini menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG sebagai bagian dari fenomena pancaroba, yakni masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Ferry Oktarisa, menjelaskan bahwa intensitas panas yang tinggi pada siang hari pengaruh posisi matahari yang semakin dekat dengan garis khatulistiwa.

“Cuaca terik di siang hari ini pengaruh posisi matahari yang mendekati ekuator. Tambah tutupan awan yang relatif sedikit, sehingga sinar matahari langsung mengenai permukaan bumi,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut merupakan ciri khas masa pancaroba, di mana perubahan cuaca terjadi secara cepat dan tidak menentu.

Setelah suhu meningkat pada siang hari, pembentukan awan hujan dapat terjadi pada sore hingga malam hari di Semarang.

“Karena ini masa transisi, potensi hujan masih ada. Bahkan bisa terjadi secara tiba-tiba setelah siang hari terasa sangat panas,” jelasnya.

BACA JUGA: BMKG Prediksi Hujan Masih Guyur Seluruh Wilayah Jateng Hingga 28 Maret 2026: Kategori Waspada

Menurut Ferry, wilayah Semarang saat ini belum sepenuhnya memasuki musim kemarau. Masa peralihan masih berlangsung dan diperkirakan akan berlanjut hingga pertengahan April.

Untuk wilayah pesisir utara atau pantura, musim kemarau diprediksi mulai pada dasarian kedua April. Sementara itu, wilayah Semarang bagian selatan perkiraannya baru memasuki musim kemarau pada awal Mei.

“Pantura Semarang prediksinya mulai kemarau pada dasarian kedua April, sedangkan wilayah selatan pada dasarian pertama Mei,” katanya.

Menanggapi anggapan bahwa musim kemarau tahun ini akan berlangsung lebih panjang, Ferry meluruskan bahwa yang terjadi sebenarnya adalah pergeseran waktu awal musim.

“Bukan berarti lebih panjang, tetapi di beberapa wilayah musim kemarau datang lebih awal. Termasuk Semarang yang maju sekitar satu dasarian,” tegasnya.