SEMARANG, beritajateng.tv – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Tengah, Muhdi, menyebut pemerintah tengah menyiapkan perekrutan hingga 955 ribu guru pada periode 2027-2029.
Kebijakan tersebut, kata dia, menjadi peluang bagi lulusan baru perguruan tinggi kependidikan. Terutama mereka yang telah memiliki sertifikat Pendidikan Profesi Guru (PPG).
“Pada 2027-2029 pemerintah akan merekrut 955 ribu guru. Jumlah yang sangat besar,” kata Muhdi saat memberikan sambutan dalam wisuda Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) di Balairung kampu setempat, Selasa, 13 Oktober 2026.
Muhdi mengatakan, formasi perekrutran tersebut sebesar 529.689 formasi untuk lulusan baru (fresh graduate). Di mana prioritas bagi lulusan yang telah mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG).
“Kemudian sebanyak 46.383 formasi untuk Kementerian Agama (Kemenag),” ucap dia.
BACA JUGA: Wisuda ke-84 UPGRIS, Rektor Ingatkan Pentingnya Skill dan Integritas
Muhdi mengingatkan para lulusan kependidikan agar mulai mempersiapkan diri. Tentunya untuk menghadapi peluang seleksi guru pemerintah yang proyeksinya berlangsung dalam tiga tahun mendatang.
Oleh karena itu, ia meminta para wisudawan tidak terlalu lama larut dalam perayaan kelulusan. Lulusan baru agar segera menyiapkan langkah untuk memasuki dunia kerja.
Dia menyarankan, lulusan mulai mempersiapkan persyaratan administrasi maupun kompetensi yang perlu untuk mengikuti seleksi.
BACA JUGA: Cerita Cerly Nurlita, Belum Prosesi Wisuda Sudah Cari Kerja di Job Fair UPGRIS
Selain mengejar peluang menjadi guru, lulusan juga dapat mempertimbangkan melanjutkan pendidikan ke jenjang magister atau mengikuti program profesi yang relevan.
“Maka sekiranya bersiap diri untuk memasuki era baru, kuliah S2, PPG, atau nanti juga di antara kesempatan itu bisa mengikuti seleksi,” ucap dia.
PPG jadi Bekal Lulusan Kependidikan
Muhdi juga mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan skema penataan tenaga pendidik. Sekitar 400 ribu formasi berkaitan dengan konversi bagi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) penuh waktu menjadi pegawai negeri sipil (PNS), yang tetap akan melalui proses seleksi.
BACA JUGA: Siapa Bertanggung Jawab atas Penyalahgunaan AI? Guru Besar Ilkom Udinus Singgung Peran Developer
Akan tetapi, kata dia, proses tersebut tetap akan melalui seleksi. Muhdi mengatakan PGRI sedang memperjuangkan agar mekanisme seleksi bagi tenaga yang telah memenuhi nilai ambang batas atau passing grade sebelumnya tidak harus mengulang seluruh tahapan pengujian substansi.
“Kami sedang berjuang agar seleksinya enggak bolak-balik tes substansi. Kemarin tes, sekarang tes lagi. Kalau bisa administratif saja, karena sudah passing grade kemarin,” katanya.
Muhdi bilang, skema kepegawaian guru di sekolah pemerintah ke depan akan mengalami perubahan. Karena itu, lulusan kependidikan perlu mengikuti perkembangan kebijakan dan memahami jalur rekrutmen yang tersedia.
BACA JUGA: Tekad Nurisa Dian usai Juarai Panahan di Asian Games, Ingin Bangun Tempat Latihan di Semarang
Peluang perekrutan guru tersebut, menurutnya, perlu dengan sambutan dengan persiapan sejak dini. Lulusan tidak cukup hanya mengandalkan ijazah sarjana, tetapi juga perlu memperhatikan kualifikasi dan persyaratan yang ditetapkan pemerintah.
Muhdi berharap momentum kelulusan menjadi awal bagi para wisudawan untuk merencanakan masa depan. Terutama bagi mereka yang ingin berkarier di bidang pendidikan.
Muhdi berharap para lulusan tidak hanya segera mendapatkan pekerjaan, Akan tetapi juga berkembang menjadi tenaga profesional yang mampu berkontribusi bagi dunia pendidikan dan masyarakat. (*)
Editor: Diaz A Abidin





