SEMARANG, beritajateng.tv – Sidang kode etik Brigadir Ade Kurniawan yang kabarnya berlangsung hari ini, Selasa, 18 Maret 2025, batal terlaksana.
Penyidik masih melengkapi berkas-berkas perkara persidangan untuk kasus Brigadir Ade Kurniawan yang kuat dugaan telah membunuh anak kandungnya itu.
“[Sidang kode etiknya] ditunda, masih lengkapi administrasi dulu, kalau sudah lengkap baru [kami gelar],” kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, kepada awak media.
BACA JUGA: Terungkap! Baru Bercerai Akhir 2024, Brigadir Ade Kurniawan Tega Bunuh Bayi Hasil Hubungan Gelap
Artanto mengatakan, sidang kode etik terhadap Brigadir Ade Kurniawan memang belum bisa terlaksana lantaran kurangnya berkas administasi. Ia bahkan belum tahu pasti kapan jadwal selanjutnya dari sidang kode etik itu.
Kendati begitu, Artanto memastikan kasus Brigadir Ade Kurniawan telah menjadi perhatian dari jajaran pimpinan Polda Jawa Tengah.
“Belum hari ini, belum tau kapan, tapi akan jadi atensi juga,” sambungnya.
BACA JUGA: Brigadir Ade Kurniawan Berpeluang jadi Tersangka, Sidang Kode Etik Segera Berlangsung
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Brigadir Ade Kurniawan terlibat dalam kasus dugaan pembunuhan bayi berusia 2 bulan. Ia membunuh bayinya di parkiran Pasar Peterongan pada Minggu, 2 Maret 2025 lalu.
Kasus ini mencuat setelah ibu korban, DJP, melaporkan Brigadir Ade Kurniawan ke Direskrimum Polda Jawa Tengah pada Rabu, 5 Maret 2025.
Akan tetapi, hingga saat ini penyidik belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. Artanto berdalih, penyidik masih masih mengumpulkan bukti dan berkas administrasi guna menetapkan status tersangka.
BACA JUGA: Tak Hanya Bunuh Anaknya, Brigadir Ade Kurniawan LBH APIK Sebut Aniaya Ibu Bayi
Menurutnya, status tersangka akan melekat pada terlapor saat pemberkasan proses penyidikan nanti.
“Nanti dalam pemberkasan proses penyidikan statusnya [terlapor] akan menjadi tersangka dan pelapornya akan menjadi saksi,” kata Artanto, Kamis, 13 Maret 2025. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





