“Ibu Wali Kota menginginkan pohon asam sebagai salah satu ciri khas Kota Semarang. Kemungkinan pohon itu yang akan kita tanam kembali di kawasan Simpang Lima,” ujarnya.
Selain penanaman pohon baru, area lapangan dan ruang terbuka di sekitar Simpang Lima juga akan mendapat sentuhan penataan agar lebih nyaman untuk beraktivitas masyarakat.
Di sisi lain, Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang, Danur Rispriyanto mengatakan, DPRD Kota Semarang berharap revitalisasi Simpang Lima tetap memperhatikan keberadaan ruang terbuka hijau.
Ia mengakui jika belum menerima paparan detail terkait konsep revitalisasi yang sedang disiapkan pemerintah kota.
Meski demikian, pihaknya mendukung upaya penataan selama bertujuan meningkatkan kualitas kawasan.
“Kami berpikir positif bahwa penataan ini agar Simpang Lima menjadi lebih bagus dan lebih representatif sebagai ikon Kota Semarang,” kata Danur.
Ia berharap keberadaan taman dan pohon tetap di pertahankan dalam konsep revitalisasi karena memiliki fungsi penting sebagai ruang terbuka hijau sekaligus paru-paru kota.
“Kalau memang ada pohon yang di tebang, harapannya di tanam kembali dengan konsep yang lebih baik. Ruang terbuka hijau harus karena makin masif, karena Simpang Lima merupakan wajah Kota Semarang,” ujarnya. (*)





