“Secara pragmatis, hubungan dengan PDIP jauh lebih stabil dan kuat,” jelas Hersubeno. Ia menambahkan, partai tersebut memiliki struktur solid serta basis suara besar.
Meski begitu, publik masih melihat interaksi hangat antara Prabowo dan Jokowi pada ruang publik. Namun, Hersubeno menilai hal itu hanya bagian dari panggung depan politik. “Keduanya seperti pasukan yang bersiaga, menunggu momentum untuk bergerak,” ucapnya.
Ia menutup analisis dengan menegaskan bahwa loyalitas politik bersifat dinamis. Kepentingan kekuasaan akan selalu menjadi faktor utama dalam setiap aliansi. “Aliansi hari ini bisa berubah menjadi rivalitas esok hari,” pungkasnya. (*)





