Selain mengikuti perlombaan, kata dia, peserta berpeluang menikmati objek wisata yang tersedia. Termasuk pemandian air panas Guci.
“Jadi, kalau bicara sport tourism otomatis selain mereka bisa berolahraga juga bisa menikmati wisata yang ada di daerah sekitar. Makanya kami dorong,” ucap Aria.
Berkelanjutan dengan itu, Aria mengatakan, kehadiran peserta dari luar daerah juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Oleh karena, kata dia, mereka tidak hanya datang pada hari perlombaan. Akan tetapi berpeluang menginap sebelum maupun setelah mengikuti ajang tersebut.
“Jadi terkadang mereka (peserta trail run) itu datang dua atau sehari sebelum race. Kemudian masih menginap satu hari lagi untuk menikmati objek wisata setempat,” kata Aria.
BACA JUGA: Imbas Karhutla Lawu dan Sumbing, Seluruh Jalur Pendakian Gunung di Jawa Tengah Diusulkan Tutup Sementara
Adpaun, Aria mengatakan, Slamet Trail Run juga bisa menjadi wadah pembibitan atlet muda trail run.
Ajang tersebut dia rencanakan menjadi bagian dari Kejuaraan Daerah (Kejurda) Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Jawa Tengah. Sekaligus membuka peluang bagi atlet untuk berkembang menuju kompetisi tingkat nasional. (*)
Editor: Diaz A Abidin





