Olahraga

Slamet Trail Run 2026 di Guci, Dispora Jateng Siapkan Mitigasi Keselamatan terkait Kebakaran Gunung

×

Slamet Trail Run 2026 di Guci, Dispora Jateng Siapkan Mitigasi Keselamatan terkait Kebakaran Gunung

Sebarkan artikel ini
Jalur Pendakian Gunung Slamet | Pendaki Slamet | Gunung Slamet
Gunung Slamet di Jawa Tengah. (Foto: Instagram/@slametmountain)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dispora) Jawa Tengah menyoroti keselamatan peserta menjelang pelaksanaan Slamet Trail Run di kawasan Gunung Slamet, Kabupaten Tegal pada akhir pekan ini.

Kepala Dispora Jawa Tengah Aria Chandra Destianto mengatakan, mitigasi menjadi salah satu persiapan. Terlebih sejumlah gunung di Jawa Tengah belakangan mengalami kebakaran.

“Jadi memang salah satu hal yang harus menjadi perhatian terkait dengan mitigasi. Baik mungkin dari keselamatan pelari, kemudian juga terkait dengan keselamatan lingkungan. Karena ya tadi sama-sama kita ketahui bahwa trail run ini kan termasuk olahraga yang ekstrem,” katanya, Jumat, 23 Oktober 2026.

Dia mengatakan, Slamet Trail Run terjadwal berlangsung pada 24-25 Oktober 2026. Lokasinya di Kawasan Pos Pendakian Gunung Slamet via Permadi Guci. Ajang lari lintas alam tersebut menghadirkan sejumlah kategori, mulai dari 5K, 15K, 25K, hingga 45K.

BACA JUGA: Lewat Trail Run Baturraden, Sekda Jateng Ajak Jaga Kelestarian Alam

Sementara itu, flag off atau pemberangkatan peserta terjadwal pada Ahad, 25 Oktober 2026.

Lebih lanjut, Aria Chandra Destianto mengatakan, kesadaran peserta untuk menjaga lingkungan juga menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan kegiatan olahraga lari tersebut.

Peserta, dia harapkan tidak hanya berfokus menyelesaikan perlombaan, justru harus turut menjaga kelestarian alam di kawasan yang menjadi jalur lintasan.

“Kami sampaikan kepada para peserta. Bagaimana kemudian mereka mencintai alam. Nah, itu yang perlu kita kedepankan,” kata Aria.

Kenalkan Destinasi Wisata di Gunung Slamet

Meski demikian, Aria Chandra Destianto, mengatakan, keselamatan dan lingkungan bukan satu-satunya hal yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan Slamet Trail Run.

Dispora Jawa Tengah, mengatakan, kegiatan tersebut sebagai upaya mengembangkan potensi wisata olahraga atau sport tourism di kawasan Guci.

Aria bilang, pemilihan Guci harapannya dapat memperkenalkan destinasi wisata setempat kepada peserta. Khususnya mereka yang datang dari luar daerah.

BACA JUGA: Update Karhutla Gunung di Jawa Tengah, BPBD: Lahan Lawu Terbakar 490 Hektare, Sumbing 300 Hektare Lebih

Selain mengikuti perlombaan, kata dia, peserta berpeluang menikmati objek wisata yang tersedia. Termasuk pemandian air panas Guci.

“Jadi, kalau bicara sport tourism otomatis selain mereka bisa berolahraga juga bisa menikmati wisata yang ada di daerah sekitar. Makanya kami dorong,” ucap Aria.

Berkelanjutan dengan itu, Aria mengatakan, kehadiran peserta dari luar daerah juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Oleh karena, kata dia, mereka tidak hanya datang pada hari perlombaan. Akan tetapi berpeluang menginap sebelum maupun setelah mengikuti ajang tersebut.

“Jadi terkadang mereka (peserta trail run) itu datang dua atau sehari sebelum race. Kemudian masih menginap satu hari lagi untuk menikmati objek wisata setempat,” kata Aria.

BACA JUGA: Imbas Karhutla Lawu dan Sumbing, Seluruh Jalur Pendakian Gunung di Jawa Tengah Diusulkan Tutup Sementara

Adpaun, Aria mengatakan, Slamet Trail Run juga bisa menjadi wadah pembibitan atlet muda trail run.

Ajang tersebut dia rencanakan menjadi bagian dari Kejuaraan Daerah (Kejurda) Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Jawa Tengah. Sekaligus membuka peluang bagi atlet untuk berkembang menuju kompetisi tingkat nasional. (*)

Editor: Diaz A Abidin

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp