Jateng

Update Karhutla Gunung di Jawa Tengah, BPBD: Lahan Lawu Terbakar 490 Hektare, Sumbing 300 Hektare Lebih

×

Update Karhutla Gunung di Jawa Tengah, BPBD: Lahan Lawu Terbakar 490 Hektare, Sumbing 300 Hektare Lebih

Sebarkan artikel ini
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, dalam konferensi pers di Co-Working Space Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Kamis, 22 Oktober 2026 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Gunung Lawu dan Gunung Sumbing di Jawa Tengah masih dalam penanganan.

Per Kamis, 22 Oktober 2026 sore, luasan kebakaran di Gunung Lawu tercatat mencapai sekitar 490 hektare, sedangkan kebakaran di kawasan Gunung Sumbing tersebar di wilayah Kabupaten Wonosobo, Magelang, dan Temanggung.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan luasan kebakaran di Gunung Sumbing yang masuk wilayah Wonosobo mencapai sekitar 300 hektare. Sementara itu, luasan yang tercatat di wilayah Magelang mencapai 16,2 hektare.

Adapun luasan kebakaran di wilayah Temanggung masih dalam proses penghitungan. Berdasarkan informasi yang ԁiterima, api ԁilaporkan mulai mendekati kawasan yang ԁitumbuhi pohon-pohon keras.

“Di Gunung Lawu kurang lebih yang sudah terbakar itu ada 490 hektare. Hanya saja untuk melihat apakah titik apinya masih menyala atau tidak, kita bisa lihat titik hot spot-nya di aplikasi SiPongi. Itu update terus secara live,” kata Bergas dalam konferensi pers di Co-Working Space Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Kamis, 22 Oktober 2026 sore.

BACA JUGA: Sumanto Soroti TPA Kian Penuh, Ajak Warga Olah Sampah Mulai dari Rumah Tangga

Bergas menjelaskan, luasan tersebut merupakan akumulasi area yang terbakar. Sementara untuk memantau perkembangan titik api, BPBD mengacu pada aplikasi SiPongi milik Kementerian Kehutanan yang memperbarui data hot spot secara berkala.

Bergas menuturkan, jumlah titik merah yang terpantau di Gunung Lawu pada Kamis siang telah berkurang ԁibandingkan malam sebelumnya. Kondisi tersebut menunjukkan adanya penurunan titik hot spot setelah sejumlah upaya penanganan ԁilakukan.

“Misalnya tadi malam ada sekian titik merah, tapi siang tadi kita lihat hanya beberapa titik merah, sudah berkurang,” ujarnya.

Meski demikian, penurunan jumlah hot spot tidak serta-merta berarti seluruh titik kebakaran telah padam. Penanganan di kawasan Gunung Lawu masih ԁilakukan melalui jalur darat dan udara.

Karanganyar dan Wonosobo Berstatus Tanggap Darurat