SEMARANG, beritajateng.tv – Tuntutan mahasiswa terkait realisasi janji penciptaan 19 juta lapangan pekerjaan yang disuarakan dalam aksi demonstrasi mendapat tanggapan dari Sekretaris Komisi E DPRD Jawa Tengah, Zainuddin. Politikus Fraksi PKB itu menilai target penyerapan tenaga kerja hanya dapat diwujudkan apabila pemerintah mampu meningkatkan investasi di dalam negeri.
Menurut Zainuddin, berdasarkan berbagai indikator ekonomi, investasi menjadi faktor utama dalam menciptakan lapangan kerja baru. Investasi tersebut dapat diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur maupun pendirian kawasan industri dan pabrik yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
“Dari sisi lapangan pekerjaan, hitung-hitungan statistik ekonomi dan indikator ekonomi kita sudah jelas bahwa untuk menciptakan lapangan pekerjaan sangat membutuhkan investasi. Investasi itu bisa berbentuk pembangunan infrastruktur maupun pendirian pabrik-pabrik yang nantinya menyerap tenaga kerja,” kata Zainuddin saat beritajateng.tv konfirmasi pada Sabtu, 11 Juli 2026.
BACA JUGA: Evaluasi Satu Tahun, Agustina – Iswar Klaim Semarang Lebih Bersih dan Lapangan Kerja Makin Terbuka
Ia menjelaskan, keberhasilan menarik investasi tidak lepas dari kondisi stabilitas politik dan kepastian kebijakan pemerintah. Menurutnya, iklim usaha yang kondusif akan memberikan rasa aman bagi investor untuk menanamkan modal di Indonesia.
“Hal yang paling pokok dalam konteks investasi adalah stabilitas politik dan stabilitas kebijakan. Dengan adanya stabilitas politik dan kebijakan yang benar-benar berkomitmen terhadap investasi, maka akan tercipta ruang untuk membuka lapangan pekerjaan,” ujarnya.
Zainuddin mengakui Indonesia masih menghadapi persaingan yang ketat dalam memperebutkan investasi global. Karena itu, pemerintah perlu memperkuat daya saing agar Indonesia tidak kalah dari negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.
Ia mencontohkan Vietnam yang saat ini menjadi salah satu tujuan utama investasi di kawasan ASEAN. Menurutnya, pengalaman negara tersebut perlu menjadi bahan evaluasi agar Indonesia mampu menarik lebih banyak investor.





