Jateng

Soal PLTP Geotermal Gunung Ungaran, Legislator PKB Ingatkan Risiko Patahan di Sekitar Rawapening

×

Soal PLTP Geotermal Gunung Ungaran, Legislator PKB Ingatkan Risiko Patahan di Sekitar Rawapening

Sebarkan artikel ini
Gunung Ungaran
Anggota DPRD Kabupaten Semarang, Muzayinul Arif. (Bowo Pribadi/beritajateng,tv)

SEMARANG, beritajateng.tv — Rencana pemanfaatan energi panas bumi di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Ungaran mendapat perhatian dari legislator DPRD Kabupaten Semarang. Salah satunya terkait potensi risiko terhadap patahan atau struktur geologi di sekitar kawasan Rawapening.

Anggota DPRD Kabupaten Semarang, Muzayinul Arif, meminta pemerintah memperhatikan aspek keselamatan lingkungan dan kondisi geologi sebelum kegiatan eksplorasi panas bumi ԁilakukan.

Menurutnya, kegiatan eksplorasi untuk mengetahui potensi cadangan panas bumi ԁiperkirakan melibatkan pengeboran hingga kedalaman sekitar 2.000 meter. Karena itu, dampak terhadap kondisi geologi di sekitar wilayah tersebut perlu ԁikaji secara menyeluruh.

Muzayinul mengatakan, kekhawatiran tersebut sebenarnya sudah muncul sejak beberapa tahun lalu, terutama setelah terjadinya gempa bumi swarm di wilayah Ambarawa.

Meskipun gempa yang terjadi saat itu memiliki magnitudo sekitar 2, ia menilai fenomena tersebut perlu menjadi perhatian dalam pembahasan rencana eksplorasi panas bumi di Gunung Ungaran.

“Bahwa ada lempeng yang mungkin itu menghubungkan antara Ꭰiwak dengan Gedongsongo,” tegas Muzayinul saat ԁitemui di Gedung DPRD Kabupaten Semarang, Ungaran, Senin, 31 Agustus 2026.

BACA JUGA: PLTP Gunung Ungaran Masuk Tahap Eksplorasi, Pengeboran Ditarget Akhir 2028

Ia mempertanyakan potensi dampak kegiatan pengeboran terhadap struktur geologi di kawasan tersebut. Menurutnya, aspek getaran maupun kondisi patahan harus masuk dalam kajian sebelum kegiatan eksplorasi berjalan.

Muzayinul juga menyebut kawasan sekitar Rawapening, seperti Banyubiru, Gunung Kelir, Kemambang hingga Gunung Ungaran, perlu mendapat perhatian dari sisi kondisi geologi.

“Karena di wilayah sekitar Rawapening, seperti Banyubiru, Gunung Kelir dan Kemambang sampai Gunung Ungaran berarti ada lempeng yang tidak bisa ԁiabaikan. Maka saya mengingatkan ada lempeng yang harus ԁiwaspadai,” tegasnya.

Selain risiko geologi, legislator PKB tersebut meminta pemerintah memperhatikan dampak pembangunan infrastruktur penunjang apabila pemanfaatan panas bumi ԁilanjutkan.

Menurutnya, kajian tidak hanya perlu melihat potensi panas bumi. Akan tetapi juga kondisi lingkungan dan masyarakat yang berada di sekitar wilayah pengembangan.