Pendidikan

Soal Rencana Dana BOS Dialihkan Untuk Makan Siang Gratis, Ini Tanggapan Kepala Sekolah Semarang

×

Soal Rencana Dana BOS Dialihkan Untuk Makan Siang Gratis, Ini Tanggapan Kepala Sekolah Semarang

Sebarkan artikel ini
makan siang gratis
Ilustrasi makan siang gratis. (Pexels/Pixabay)

SEMARANG, beritajateng.tv – Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut bahwa program makan siang gratis akan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Dana BOS sendiri merupakan bagian dari program bantuan pendidikan bernama Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP). Dana BOS menyasar SD dan SMP, sementera untuk TK menerima Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP).

Lalu, BOP dan BOS selama ini digunakan untuk apa dan bagaimana penggunaannya?

Kepala TK Negeri Pedurungan, Christina menjelaskan, dana BOP hanya untuk memenuhi kebetuhan pembelajaran siswa dan sarana prasarana sekolah. Antara lain belanja ATK, alat kebersihan, biaya perawatan alat elektronik, hingga perawatan taman.

Sekolahnya sendiri mendapat dana BOP dengan rincian per anak sebesar Rp600 ribu. Dengan jumlah mencapai 74 siswa, TK Negeri Pedurungan total mendapat dana BOP sekitar Rp44 juta untuk satu tahun.

Sementara itu, dana BOP berlaku untuk satu tahun kalender, yakni mulai bulan Januari hingga sampai bulan Desember. Dengan penyaluran sebanyak 2 tahap.

“Anggaran BOP digunakan untuk itu semua, itu semua murni dari BOP. Kita tidak bisa mencari anggaran lain karena sekolah kita gratis,” katanya saat beritajateng.tv hubungi, Senin, 4 Maret 2024.

BACA JUGA: Airlangga Sebut Anggaran Program Makan Siang Gratis Pakai Dana BOS, Begini Tanggapan Gibran

Untungnya, Christina mengatakan jika Dana BOP tidak terpotong untuk gaji. Sebab, semua guru di TK Negeri Pedurungan merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN). Sedangkan karyawan tata usaha (TU) dan cleaning service menerima gaji dari pemerintah kota.

Namun demikian, tak jarang untuk memenuhi kebutuhan kantor di luar pembelajaran seperti air mineral, makanan, hingga transportasi di luar sekolah, para guru di TK Negeri Pedurungan melakukan iuran secara mandiri.

“Selain itu BOP juga bisa berguna untuk kegiatan parenting, tapi hanya konsumsi, setahun juga cuma 2 kali, BOP murni untuk kebutuhan sekolah terutama untuk anak,” tekannya.

Dukung makan siang gratis asal tidak gunakan dana BOP

Lebih lanjut, Christina menyampaikan keberatan soal adanya rencana Menteri Airlangga yang ingin menggunakan dana BOS/BOP sebagai anggaran makan siang. Menurutnya, dana BOP selama ini tentu terbatas.

Jika nanti dana BOP dialihkan untuk biaya makan siang gratis siswa, maka risikonya kebutuhan lain tidak bisa terpenuhi.

“Seandainya ini nanti anjuran uang BOP untuk makan bersama, kegiatan dan kebutuhan yang lain nggak bisa tercukupi. Sedangkan di sini nggak ada uang masuk, kita benar-benar free nggak ada biaya tambahan apa-apa,” keluhnya.

Sebenarnya, TK Negeri Pedurungan juga memiliki program tambahan makan gratis bagi siswanya. Namun, karena keterbatasan dana BOP itu, makan gratis hanya bisa diberikan 2 kali dalam setahun.

BACA JUGA: CEK FAKTA: Adian Napitupulu Akan Bawa Bukti Kecurangan Gibran di Sidang Hak Angket

Christina pun menyampaikan, jika memang pemerintah ingin memberikan makan gratis bagi siswa, lebih baik jika memberi anggaran baru khusus untuk makan siang. Atau sekolah mendapat kiriman makanan.

Dua skema tersebut tentunya lebih ringan bagi pihak sekolah alih-alih jika sekolah harus menganggarkan uang dari dana BOP untuk makan siang.

“Seandainya pemerintah memberikan bantuan makanan gratis, puji Tuhan kita sangat bersyukur, yang penting tidak mengurangi BOP yang sudah selama ini kita terima,” tandasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp