Catatan Editor

Sudah Jatuh Tertimpa Suporter

×

Sudah Jatuh Tertimpa Suporter

Sebarkan artikel ini
Di Buku | Gambar AI | Frankenstein | Semarang Tertinggal | Kita Kami | 2024 PPDB | Sato Reang
Mu'ammar Qadafi. (Foto: Dok. Pribadi)

Akan tetapi, seolah-olah dunia terbalik, pada Pilkada 2024 lalu justru ramai pemberitaan CEO PSIS Semarang mempolisikan pentolan suporternya sendiri. Pasalnya, Yoyok Sukawi maju sebagai Calon Wali Kota Semarang di tengah-tengah kondisi PSIS yang sedang tak keruan. PSIS mulai sering kalah tanding, salah satunya lantaran tak bisa berkandang di markas utama, Stadion Jatidiri. Apalagi, sebelumnya Yoyok tampak “menjual” pemain-pemain jempolan PSIS yang lantas banyak pihak nilai sebagai ajang mencari dana untuk modal kampanye. Tak ingin tinggal diam dengan keadaan mengenaskan klub idolanya, para suporter lantas mulai melancarkan kritik kepada Yoyok untuk mengembalikan marwah PSIS Semarang.

Dan demikianlah, saking vokalnya mengkritik, dedengkot Panser Biru, Kepareng Wareng, beroleh pelaporan ke kepolisian oleh pihak Yoyok Sukawi, orang yang telah bertahun-tahun ia dukung dalam bola dan politik. Dari situlah perlawan suporter bermula. Terlebih, dengan tuntutan terhadap Yoyok mengenai nasib buruk yang sedang menimpa PSIS, yakni “Ora Empat Besar, Ora Wali Kota”. Tambah pula dengan kegeraman suporter yang menilai dirinya tak profesional dalam mengelola PSIS Semarang; terlihat dari gaji pemain yang telat bahkan ia cicil sampai mesti menjual aset-aset miliknya, dari tambak hingga deposito keluarga.

Tuntutan tersebut pun menjadi nyata. Yoyok Sukawi berakhir kalah dalam Pemilihan Wali Kota Semarang 2024. Ia kalah tersebab belasan ribu suporter yang sebelumnya baru saja mengantarnya kembali menjadi anggota DPR RI justru memilih untuk mendukung lawannya dalam Pilkada Kota Semarang. Tak berhenti di situ, para suporter terus merongrongnya untuk menjual saham mayoritasnya agar beralih kepemilikan ke orang yang lebih mampu mengelola PSIS Semarang.

BACA JUGA: Ini Alasan Pentolan Panser Biru Kepareng Wareng Dukung Agustin-Iswar di Pilwalkot Semarang

Yoyok Sukawi di ujung tanduk