Jateng

Taj Yasin Pastikan Ulang Data Anak Tidak Sekolah di Jawa Tengah, Soroti Faktor Ekonomi hingga Lingkungan

×

Taj Yasin Pastikan Ulang Data Anak Tidak Sekolah di Jawa Tengah, Soroti Faktor Ekonomi hingga Lingkungan

Sebarkan artikel ini
taj yasin
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah masih melakukan pengecekan ulang terhadap data Anak Tidak Sekolah (ATS) di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Selain memastikan validitas data, Pemprov Jawa Tengah juga menyoroti pentingnya membangun kesadaran masyarakat. Hal ini agar tetap mengutamakan pendidikan bagi anak-anak mereka.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengatakan, saat ini pemerintah masih memastikan apakah seluruh anak dalam data ATS tersebut benar-benar putus sekolah atau masih tercatat aktif belajar.

“Sekarang sedang dihitung lagi dan dipastikan apakah mereka benar- benar tidak sekolah atau ternyata masih sekolah,” jelas Taj Yasin usai menghadiri Peringatan Hari Bumi tingkat Jawa Tengah di Kabupaten Semarang, Rabu 13 Mei 2026.

Menurutnya, kondisi di setiap daerah berbeda- beda. Di beberapa wilayah, ada anak yang memang memilih berhenti sekolah karena faktor lingkungan maupun tuntutan ekonomi keluarga.

BACA JUGA: Pastikan Kesiapan Personel, Kapolres Semarang Cek Langsung Almatsus Dalmas

Ia mencontohkan di Kabupaten Grobogan masih di temukan orang tua yang lebih memilih anaknya langsung bekerja daripada melanjutkan pendidikan.

“Artinya lingkungan masyarakat memang harus dibentuk terlebih dahulu agar pendidikan menjadi prioritas,” lanjutnya.

Selain faktor ekonomi, Taj Yasin juga menyinggung persoalan sosial lain yang memengaruhi tingginya angka ATS. Seperti pernikahan usia muda hingga persoalan mental anak.

Ia mencontohkan kasus di Kabupaten Batang, di mana seorang anak berusia 15 tahun nekat mengakhiri hidupnya karena dinilai belum siap menghadapi persoalan hidup di usia tersebut.

Karena itu, menurutnya, butuh asesmen lebih mendalam agar pemerintah dapat mengetahui penyebab utama anak tidak melanjutkan sekolah.

Taj Yasin juga mengapresiasi program Sekolah Rakyat dari pemerintah pusat yang ternilai dapat menjadi solusi bagi keluarga kurang mampu.

Menurutnya, Sekolah Rakyat menyediakan fasilitas asrama, kebutuhan makan, hingga biaya pendidikan yang seluruhnya pemerintah tanggung.

“Jadi tidak ada lagi alasan anak tidak sekolah karena faktor ekonomi. Tinggal bagaimana kita melakukan asesmen dan pendataan kendalanya,” tegasnya.

BACA JUGA: Kuota Haji Jateng 2026 Capai 34.122 Jemaah, Taj Yasin Minta Tingkatkan Pelayanan

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) mencatat sebanyak 341.827 jiwa di Jawa Tengah masuk kategori Anak Tidak Sekolah selama periode Januari hingga Mei 2026.

Sebagian besar merupakan lulusan yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA. Yakni dengan berbagai faktor penyebab, mulai dari ekonomi, pernikahan dini hingga meninggal dunia. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp