SEMARANG, beritajateng.tv – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak akan hanya mengandalkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Di tengah kondisi ekonomi global yang belum menentu, Pemprov Jawa Tengah akan memperkuat investasi, khususnya sektor padat karya, sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi sekaligus peningkatan pendapatan daerah.
Hal itu Luthfi sampaikan usai rapat paripurna persetujuan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 di Gedung Berlian DPRD Jawa Tengah, Kota Semarang, Rabu, 8 Juli 2026.
Luthfi mengatakan, hingga saat ini Jawa Tengah memiliki 17 BUMD yang menjadi salah satu penopang pendapatan daerah.
Selain itu, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) rumah sakit juga menunjukkan kinerja positif.
“Pertama begini, jadi kita punya 17 BUMD. Kemudian kita punya BLUD rumah sakit. Dan BLUD rumah sakit kita itu sehat sekali, artinya kemarin punya kenaikan sekitar Rp56 miliar,” terang Luthfi.
BACA JUGA: PRPP Terancam Gulung Tikar, Ahmad Luthfi: Untuk Apa Pelihara BUMD Kalau Tidak Menghasilkan?
Luthfi mengaku, mayoritas BUMD di Jawa Tengah menunjukkan perkembangan yang baik, meski masih terdapat satu perusahaan daerah yang kinerjanya belum optimal.
“BUMD kita juga mengalami kenaikan, hanya satu BUMD yang agak kurang sehat. Itu nanti kita jadikan batu loncatan untuk meningkatkan pendapatan kita,” kata Luthfi.
Meski demikian, Luthfi menilai peningkatan pendapatan daerah tidak bisa hanya bergantung pada BUMD maupun BLUD.
Ia menegaskan, Jawa Tengah harus semakin agresif menarik investasi agar mampu menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Yang kedua, kita juga tidak hanya mengandalkan pendapatan dari itu saja. Investasi perlu kita galakkan kembali, bahwa Jawa Tengah merupakan tujuan investasi ke depan,” tutur Luthfi.
Pihaknya mengungkap, Pemprov Jawa Tengah kini menargetkan provinsi ini menjadi pusat investasi padat karya di Indonesia. Bahkan, menurutnya, Jawa Tengah mulai mampu menarik investasi yang sebelumnya banyak mengalir ke provinsi lain.





