“Artinya di saat geopolitik dunia tidak menentu, Jawa Tengah mampu menjadi kepercayaan publik sebagai tujuan investasi,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Luthfi juga menuturkan ԁirinya telah berkomunikasi dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas terkait peluang investasi dari Vietnam.
BACA JUGA: Kepala Daerah Diminta Tak Terbebani Program Pusat, Bima Arya: Kopdes Merah Putih Bisa Pakai Aset BUMD
Menurutnya, sejumlah investor yang selama ini berinvestasi di Vietnam berpeluang membuka cabang di Jawa Tengah.
“Ini sudah saya komunikasikan dengan Menteri Bappenas bahwa Vietnam nanti hub-nya adalah di Jawa Tengah. Tidak perlu di Indonesia karena investasi Vietnam dengan kita hampir sama, PMA-nya juga dari Singapura,” tuturnya.
Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan 12 kabupaten dan kota sebagai kawasan industri untuk menyambut masuknya investasi tersebut.
“Nanti akan buka cabang di wilayah kita. Sudah kita siapkan 12 kabupaten/kota sebagai kawasan industri,” katanya.
Luthfi berharap strategi tersebut mampu melahirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus meningkatkan pendapatan daerah tanpa harus membebani masyarakat melalui penambahan pajak.
Saat ԁitanya apakah Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan terus ԁidorong melalui sektor di luar pajak, Luthfi menjawab singkat. “Iya dong, harus kayak gitu,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





