SALATIGA, beritajateng.tv – Komisi A DPRD Kota Salatiga meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Salatiga untuk tetap fokus dalam penanganan stunting. OPD harapannya aktif berkoordinasi dengan pemangku kepentingan, termasuk Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS).
Anggota Komisi A DPRD Kota Salatiga, Basirin, menekankan pentingnya peran OPD dalam menekan faktor risiko stunting yang ada di tengah masyarakat. Menurutnya, penyebab stunting tidak hanya terbatas pada asupan gizi dan pola asuh saja.
“Banyak kebiasaan sehari-hari yang menjadi faktor risiko namun sering terabaikan, salah satunya paparan asap rokok. Anak-anak yang terpapar asap rokok memiliki risiko lebih tinggi mengalami stunting,” ujar legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut di Salatiga, Jumat, 6 Februari 2026.
BACA JUGA: Cegah Stunting, Kemdukbangga–BGN Genjot Alokasi MBG 3B di Semua SPPG
Sebelumnya, dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi A, Ketua TPPS Kota Salatiga, Nina Agustina, memaparkan bahwa upaya penurunan angka stunting sepanjang tahun 2025 telah melampaui target.
“Capaian program kita sudah berjalan dengan baik. Dari target penurunan sebesar 5,69 persen pada tahun 2025, kita berhasil mencapai angka penurunan sebesar 6,71 persen,” jelas Nina.
BACA JUGA: Dukung Kesehatan Warga, Bandara Ahmad Yani Bantu 44 Balita Berisiko Stunting
Atas capaian tersebut, Wakil Wali Kota Salatiga ini menegaskan bahwa pada tahun 2026, Pemkot akan terus mendorong percepatan penurunan angka stunting agar hasilnya lebih signifikan. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki peringkat Kota Salatiga dalam penanganan stunting di tingkat Jawa Tengah.
Sejumlah langkah strategis disiapkan. Mulai dari penguatan intervensi gizi spesifik dan sensitif, hingga peningkatan edukasi kepada keluarga serta pengawasan terpadu terhadap kelompok sasaran.
“Pemkot tidak hanya fokus pada anak yang sudah mengalami stunting. Tetapi, juga memperketat pengawasan pada kelompok rentan risiko agar tidak muncul kasus baru,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





