SEMARANG, beritajateng.tv – Tak ingin kejadian Ayam Goreng Widuran Solo yang ternyata mengandung babi terulang lagi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menggencarkan sertifikasi halal bagi UMKM di bidang kuliner.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah Sumarno menyebut pihaknya akan mendorong Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop UKM) serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah untuk membantu UMKM mengurus sertifikasi halal.
Tak hanya itu, Sumarno pun turut menggandeng CSR seperti Baznas agar seritifkasi halal ini bisa UMKM kuliner dapatkan secara gratis.
“Kita mendorong CSR untuk ikut berkontribusi. Kita mau mencoba apakah dari Baznas bisa. Harapannya untuk sertifikasi halal ini jadi pengembangan ekonomi syariah di Jateng,” ungkap Sumarno saat beritajateng.tv jumpai di Gedung Berlian, Kota Semarang, Rabu, 4 Juni 2025.
BACA JUGA: Pemprov Jateng Bantu Alat Produksi Briket Eceng Gondok untuk Dukung UMKM di Kebondowo
Sumarno menyebut, sertifikasi halal yang Pemprov Jateng fasilitasi ini gratis. Hanya saja, kata Sumarno, kuota sertifikasi halal gratis itu ia rasa tak cukup dengan jumlah UMKM yang ada di Jawa Tengah.
“Sebenernya yang kita fasilitasi itu gratis, makanya kita dorong CSR, apakah Baznas bisa membantu juga. Memang kalau dari sisi jumlah kebutuhannya belum terkamodir semua,” akunya.
Oleh sebabnya, Sumarno juga mengimbau dan mendorong UMKM kuliner yang mampu mengurus sertifikasi halal secara mandiri.
“Kita juga pengin mendorong kemandirian UMKM yang mampu untuk sertifikasi sendiri, tapi kita tetap fasilitasi. Kita minta Dinkop UKM dan Disperindag untuk bisa memfasilitasi mereka mengurus sertifikasi halal,” sambung dia.
Sumarno ungkap kemungkinan penggunaan minyak babi bisa terjadi di warung makan lainnya
Soal kasus penggunaan minyak babi pada kremes Ayam Goreng Widuran Solo, Sumarno mengaku pihaknya akan semakin kuat untuk mendorong UMKM kuliner melakukan sertifikasi halal.
“Sebetulnya tidak hanya [karena] itu ya, mungkin karena momentumnya bersamaan dengan kejadian itu. Tentu ini jadi momen yang lebih kuat untuk kita akselerasinya,” terang Sumarno.
Dalam hematnya, Sumarno mengungkap kejadian penggunaan minyak babi bisa saja terjadi di tempat makan lainnya.
“Apa yang terjadi di Ayam Widuran, gak hanya itu, mungkin di tempat lain bisa terjadi, karena secara pemahaman masyarakat tentang sertifikasi halal itu belum semuanya memadai.
BACA JUGA: Heboh Ayam Goreng Widuran Solo Ternyata Nonhalal, Ini Klarifikasi Manajemen
Alasannya, kata dia, tak semua masyarakat termasuk umat Muslim paham betul soal sertifikasi halal di restoran maupun warung makan.
“Yang Muslim sendiri saja belum menyadari bahwa perlu ada sertifikasi untuk dapat jaminan produk halal. Sehingga kita juga akan mendorong sertifikasi halal ini,” pungkas Sumarno. (*)
Editor: Farah Nazila





