“Untuk menarik atraksi turis, menambah kepopuleran Kota Lama, kemudian alun-alun, kemudian Kampung Melayu, dan ini Pecinan,” jelasnya.
Agustina mengatakan pengembangan destinasi juga akan diarahkan ke sejumlah kampung lain di wilayah Semarang Timur dan Semarang Tengah.
“Semangat pariwisata Kota Semarang,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Mooncake Festival 2026 sekaligus Ketua Yayasan Kelenteng Tay Kak Sie, Tanto Hermawan, mengatakan festival tersebut diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus memperkuat kerukunan masyarakat.
“Kita mengharapkan Semarang lebih hebat. Ini festival pertama kali diadakan di Semarang dan kita mengharapkan bisa datangkan wisatawan yang banyak,” kata Tanto.
Ia juga berharap festival menjadi ruang pertemuan bagi masyarakat dengan latar belakang yang beragam.
“Warga sini rukun dan beragam, masyarakat bisa kumpul bersatu jadi satu di sini,” ujarnya.
Tanto mengatakan persiapan Mooncake Festival 2026 berlangsung dalam waktu relatif singkat. Ide penyelenggaraan mulai bergulir sekitar satu bulan sebelumnya, sedangkan persiapan teknis terlaksana sekitar dua pekan.
Meski waktu persiapan terbatas, ia menilai pelaksanaan festival berjalan dengan baik dan mendapat respons positif dari masyarakat.
Ke depan, panitia ingin menjadikan Mooncake Festival sebagai agenda rutin tahunan. Festival tersebut harapannya tidak berhenti sebagai kegiatan perdana, tetapi berkembang menjadi salah satu ikon baru Kota Semarang.
“Mengharapkan ini bisa jadi salah satu ikon, jadi salah satu rutin setiap tahun kita adakan,” kata Tanto. (*)





