Jateng

Tanah Gerak Ancam 15 Rumah Warga di Desa Nglajo Blora, Sejumlah Bangunan Ambruk

×

Tanah Gerak Ancam 15 Rumah Warga di Desa Nglajo Blora, Sejumlah Bangunan Ambruk

Sebarkan artikel ini
rumah blora
Kondisi rumah akibat tanah labil atau tanah gerak yang menimpa sejumlah rumah warga di Cepu, Blora, Jawa Tengah. (Heri/beritajateng.tv)

BLORA, beritajateng.tv – Sebuah fenomena alam tanah gerak juga terjadi di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tepatnya di Desa Nglajo, Kecamatan Cepu.

Akibat dari peristiwa tersebut, sebanyak 15 rumah warga yang berada di RT 01 dan 03 / RW 08 Desa setempat terancam amblas. Tak hanya itu, sejumlah rumah tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah, sejak pertengahan November lalu.

Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Blora melalui Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) yang bekerjasama dengan TNI-Polri dan seluruh relawan bencana telah melakukan mitigasi bencana.

Mereka juga melakukan gotong royong merobohkan rumah serta mengevakuasi penghuni rumah untuk dipindahkan ke rusunawa di Cepu.

“Ya, berdasarkan laporan akhir sekitar pertengahan November lalu. Karena kurangnya draenasi dan struktur tanah yang sangat labil, sampai sekarang kerusakan rumah terus bertambah.

Dan puncaknya kemarin beberapa rumah mulai roboh. Dan kita tim gabungan merobohkan rumah yang tidak bisa ditempati,” ungkap Aguntri anggota TIM Reaksi Cepat (TRC) BPBD Blora, Rabu, 18 Februari 2026.

BACA JUGA: Prakiraan Cuaca Jateng 15–16 Februari 2026, Hujan Lebat Mengintai

Menurutnya, karena potensi cuaca yang masih tidak menentu dengan kondisi cuaca yang sangat ekstrem. Potensi bangunan rumah yang rusak akan terus bertambah.

“Alhamdulillah warga yang terdampak mulai rusak sedang sampai rusak berat. Mulai yang miring sampai roboh sudah diungsikan di rusunawa,” imbuhnya.

Untuk mencegah adanya kerusakan yang lebih parah, pihaknya bersama tim gabungan akan terus melakukan kerja bakti. Yakni merobohkan rumah yang sudah parah dan miring.

“Saat ini masih ada satu rumah atas nama bu Supatmi,” katanya.

Aguntri juga akan berkoordinasi dengan DPUPR untuk pembuatan talut sesuai permintaan warga untuk mencegah terjadinya bencana lebih lanjut di daerah tersebut. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp