Akibatnya lantai menuju tempat wudlu dan kamar mandi mushola ini menggantung. “Saya tahunya saat hendak sholat maghrib, loh sebagian lantai menuju tempat wudlu sudah ambrol terbawa longsor,” katanya.
Ia menambahkan, untuk bangunan utam tempat sholat, masih aman karena tidak terdampak. Namun untuk menuju tempat wudlu harus lebih berhati-hati karena sebagian lantainya sudah ambrol dan miring.
Sehingga kondisinya sudah cukup membahahakan. “Kalau tidak hati-hati bisa jatuh ke bawah, karena ketinggiannya pondasi yang longsor ini hampir empat meter,” jelasnya.
Masih menurut Ngaderi, peristiwa ini juga sudah dilaporkannya kepada RT, RW dan Kelurahan dan ia juga berharap segera ada penanganan agar kerusakan tidak meluas.
“Takutnya, dengan kondisi cuaca yang masih sering turun hujan lebat sepeeti sekarang, kerusakan bangunan mushola ini semakin bertambah dan berdampak ke ruang untuk sholat,” tegasnya.
BACA JUGA: Korban Tanah Longsor Pekalongan Bertambah, 23 Orang Meninggal Dunia
Sementara Lurah Susukan, Hartono mengungkapkan, tidak ada korban jiwa salam peristiwa tanah longsor di lingkungan Kaligawe ini. Namun setidaknya ada lima lokasi terdampak longsor.
Masing- masing di lingkungan RT 03, RT 05 dan lingkungan RT 06, RW 05 Kaligawe. Langkah penanganan setelah terjadi longsor dua hari beeturut- turut sudah dilakukan dengan cepat.
Baik bersama BPBD, Damkar, unsur kepolisian, TNI, kecamatan dan juga warga setempat. Sehingga meski akses jalan tertutup material longsor, dalam waktu tidak lama sudah bisa buka kembali.
“Dampak longsor ini juga sudah kami laporkan hingga ke BPBD maupun DPU Kabupaten Semarang, agar segera ada penanganan lebih lanjut,” tegas Hartono. (*)
Editor: Farah Nazila





