Jateng

Tanah Longsor Landa Sejumlah Titik Selama Dua Hari, Warga Kaligawe Kian Was-was

×

Tanah Longsor Landa Sejumlah Titik Selama Dua Hari, Warga Kaligawe Kian Was-was

Sebarkan artikel ini
tanah longsor kaligawe
Tanah longsor yang terjadi di sejumlah titik, di lingkungan Kaligawe, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, warga di sekitar lokasi kian was-was. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Menyusul tanah longsor yang terjadi di sejumlah titik, di lingkungan Kaligawe, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, warga di sekitar lokasi kian was-was.

Mereka mengkhawatirkan terjadinya longsor susulan mengingat kondisi cuaca masih cukup ekstrem, yang tertandai hujan dengan intensitas lebat dan berlangsung dalam durasi panjang.

Sebelumnya, bencana tanah longsor terjadi selama dua hari berturut-turut di lingkungan Kaligawe ini, masing- masing pada Selasa, 3 Februari 2026 sore dan Rabu, 4 Februari 2026 petang.

Dari dua peristiwa ini mengakibatkan jalan akses utama penghubung Ungaran-Desa Mluweh tertutup material longsor di dua titik lokasi. Selain itu dua rumah warga dan satu mushola juga terdampak longsor.

Salah seorang warga, RT 06/ RW 05 Kaligawe, Ngatemi (51) menuturkan tebing setinggi 12 meter di seberang rumahnya sempat longsor dan menutup jalan utama Ungaran-Mluweh pada Selasa sore.

Material longsor yang menutup jalan sempat dibersihkan oleh petugas BPBD dan Damkar, namun pada Rabu petang terjadi longsor susulan pada saat turun hujan lebat.

BACA JUGA: Tanah Longsor Dominasi Bencana di Semarang Sepanjang 2025, BPBD Catat 160 Kejadian

Saat itu ia sedang berada di teras rumah. “Awalnya pepohonan di atas tebing tampak bergoyang-goyang, saya kira ada ular. Tak lama kemudian tanah longsor ke bawah bersama pohon tersebut.

Kemudia pada Rabu petang kembali terjadi longsor dan material longsor berupa batu dan tanah kembali menutup jalan. “Jadi kemarin itu longsor yang kedua kali,” jelasnya, Kamis, 5 Februari 2026.

Atas kedua peristiwa tersebut, ngatemi mengaku khawatir, karena hujan yang cenderung lebat masih sering turun. Tidur pun tidak bisa nyaman, karena takut tiba-tiba longsor lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Ngaderi (55) warga RT 05/ RW 05 menjelaskan hujan lebat pada Rabu petang juga mengakibatkan pondasi dan sebagian lantai bangunan mushola Al- Ikhlas ambrol karena longsor.