“Ada satu tim kecil yang memahami soal regulasi kekerasan. Kekerasan fisik, kekerasan verbal, kekerasan seksual, semua jenis kekerasan itu dipahami dan bagaimana cara penanganannya,” katanya.
NU Perkuat Edukasi Pencegahan Kekerasan Seksual
Selain pembentukan satgas, Nahdlatul Ulama melalui Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) juga terus melakukan sosialisasi pencegahan kekerasan di lingkungan pesantren.
Gus Rozin menyebut RMI Putri secara rutin menggelar kegiatan edukasi hampir setiap bulan sebagai upaya membangun lingkungan pesantren yang aman dan ramah bagi santri.
“Di NU sendiri melalui RMI ada RMI Putri yang hampir setiap bulan mengadakan sosialisasi untuk upaya pencegahan,” ungkapnya.
Minta Aparat Tegas, Jangan Salah Sebut Pelaku
Terkait penanganan hukum, Gus Rozin meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pelaku apabila terbukti melakukan tindak kekerasan seksual.
BACA JUGA: Viral #BoikotTrans7 soal Ulama Lirboyo, Rois Syuriah PWNU Jateng Desak KPI-Dewan Pers Tindak Tegas
Ia juga menekankan pentingnya penyampaian informasi secara akurat kepada publik agar identitas pelaku tidak disalahartikan.
“Saya menghimbau kepada para pihak hukum untuk tegas kalau ada kejadian-kejadian semacam ini,” tegasnya.
Menurut Gus Rozin, setiap kasus harus diungkap secara transparan dan sesuai fakta.
“Diungkap apa adanya. Kalau kiai bilang kiai, kalau bukan kiai juga bilang bukan kiai,” pungkasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





