Jateng

Tanggapi Kasus Pencabulan, PWNU Jateng: Tidak Semuanya Kiai Pesantren

×

Tanggapi Kasus Pencabulan, PWNU Jateng: Tidak Semuanya Kiai Pesantren

Sebarkan artikel ini
Ketua PWNU Jateng Gus Rozin usai menghadiri acara di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Sabtu, 30 Mei 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)
Ketua PWNU Jateng Gus Rozin usai menghadiri acara di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Sabtu, 30 Mei 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin, menegaskan kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan pesantren harus ada penyikapan secara objektif dan tidak di – generalisasi kepada seluruh kiai maupun pondok pesantren.

Menurutnya, fakta adanya sejumlah kasus memang tidak bisa terpungkiri. Namun masyarakat perlu memilah informasi secara cermat agar tidak menimbulkan stigma terhadap lembaga pesantren secara keseluruhan.

“Saya harus bilang bahwa fakta ada kejadian-kejadian itu. Tapi kita harus pilah-pilah, yang pertama tidak semuanya kiai pesantren,” kata Gus Rozin usai menghadiri acara di Gedung Gradhika Bhakti Praja pada Sabtu, 30 Mei 2026.

BACA JUGA: PWNU Jateng Soroti Pencegahan Kekerasan di Pesantren Belum Maksimal, Pelatihan Mentok Provinsi

Ia juga menyoroti munculnya sejumlah pemberitaan terkait kasus di lingkungan pesantren yang menurutnya banyak terjadi pada periode tertentu, terutama menjelang masa penerimaan santri baru.

“Dari berita-berita ini, pada masanya yaitu bulan April, Mei, Juni menjelang penerimaan santri baru. Ini yang sedang kita analisis, kira-kira ada apa di belakangnya dan bagaimana kita mengantisipasi itu,” ujarnya.

PWNU Jateng Dorong Pembentukan Satgas Pesantren Ramah Anak

Sebagai langkah pencegahan, PWNU Jawa Tengah bersama Kementerian Agama terus mendorong penguatan sistem perlindungan anak di lingkungan pesantren melalui program Pesantren Ramah Anak.

Program tersebut terwujudkan dengan pembentukan satuan tugas atau satgas di masing-masing pesantren yang bertugas memahami regulasi dan menangani berbagai bentuk kekerasan.

“Kita bersama-sama dengan Kementerian Agama mendorong satu sistem yang di sebut Tim Pesantren Ramah Anak,” jelasnya.

Menurut Gus Rozin, satgas tersebut pimpinan pesantren pimpin dan resmikan, serta melibatkan para musyrif, pembina, dan pendamping santri.

Nantinya, satgas tersebut akan terbekali pemahaman terkait berbagai bentuk kekerasan, mulai dari kekerasan fisik, verbal, hingga kekerasan seksual, termasuk mekanisme penanganannya.

“Ada satu tim kecil yang memahami soal regulasi kekerasan. Kekerasan fisik, kekerasan verbal, kekerasan seksual, semua jenis kekerasan itu dipahami dan bagaimana cara penanganannya,” katanya.

NU Perkuat Edukasi Pencegahan Kekerasan Seksual

Selain pembentukan satgas, Nahdlatul Ulama melalui Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) juga terus melakukan sosialisasi pencegahan kekerasan di lingkungan pesantren.

Gus Rozin menyebut RMI Putri secara rutin menggelar kegiatan edukasi hampir setiap bulan sebagai upaya membangun lingkungan pesantren yang aman dan ramah bagi santri.

“Di NU sendiri melalui RMI ada RMI Putri yang hampir setiap bulan mengadakan sosialisasi untuk upaya pencegahan,” ungkapnya.

Minta Aparat Tegas, Jangan Salah Sebut Pelaku

Terkait penanganan hukum, Gus Rozin meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pelaku apabila terbukti melakukan tindak kekerasan seksual.

BACA JUGA: Viral #BoikotTrans7 soal Ulama Lirboyo, Rois Syuriah PWNU Jateng Desak KPI-Dewan Pers Tindak Tegas

Ia juga menekankan pentingnya penyampaian informasi secara akurat kepada publik agar identitas pelaku tidak disalahartikan.

“Saya menghimbau kepada para pihak hukum untuk tegas kalau ada kejadian-kejadian semacam ini,” tegasnya.

Menurut Gus Rozin, setiap kasus harus diungkap secara transparan dan sesuai fakta.

“Diungkap apa adanya. Kalau kiai bilang kiai, kalau bukan kiai juga bilang bukan kiai,” pungkasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp