Jateng

Tanjungmas Jadi Pilot Project Pertama, Kini Relawan SAPA Diperkuat untuk Lindungi Perempuan dan Anak

×

Tanjungmas Jadi Pilot Project Pertama, Kini Relawan SAPA Diperkuat untuk Lindungi Perempuan dan Anak

Sebarkan artikel ini
Tanjungmas Jadi Pilot Project Pertama, Kini Relawan SAPA Diperkuat untuk Lindungi Perempuan dan Anak
Workshop Pengembangan Ruang Bersama Indonesia (RBI) yang diikuti 25 Relawan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) Kelurahan Tanjungmas Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Perlindungan perempuan dan anak di tingkat kelurahan membutuhkan lebih dari sekadar program pemerintah. Keterlibatan warga menjadi kunci agar potensi kekerasan dan persoalan kelompok rentan bisa terdeteksi lebih cepat.

Hal itu menjadi fokus Workshop Pengembangan Ruang Bersama Indonesia (RBI) yang melibatkan 25 Relawan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) Kelurahan Tanjungmas, Kamis, 24 September 2026.

Kegiatan tersebut mendorong relawan agar tidak berhenti sebagai penerima informasi, tetapi mampu bergerak langsung di tengah masyarakat.

Workshop berlangsung di Rumah Sehat Pertamina melalui kolaborasi Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Semarang, Yayasan Anantaka, Forum Media SAPA Kota Semarang, dan sejumlah pemangku kepentingan.

Direktur Yayasan Anantaka Tsaniatus Solihah mengatakan, keberadaan Relawan SAPA menjadi bagian penting dalam menjalankan konsep RBI, terutama di Tanjungmas. Relawan berada dekat dengan warga sehingga memiliki posisi strategis untuk mengenali persoalan sejak awal.

“Relawan SAPA memiliki peran penting sebagai pengidentifikasi risiko, pengumpul data berbasis kelurahan, penggerak komunitas, agen perubahan sosial, responder awal kasus. Sekaligus penghubung masyarakat dengan layanan formal,” kata Tsaniatus.

BACA JUGA: Bantu Pemberitaan Seputar Perempuan dan Anak, DP3A Kota Semarang Kukuhkan Forum Media SAPA 

Menurut dia, peran tersebut dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan. Mulai dari edukasi pencegahan kekerasan, pemetaan kelompok rentan, pendataan perempuan dan anak, hingga membantu korban memperoleh layanan yang sesuai.

Konsep tersebut menjadi semakin relevan bagi Tanjungmas. Kelurahan di Kecamatan Semarang Utara itu pernah menjadi pilot project Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DKRPPA) pertama di Indonesia pada 2022.

Kini, pendekatan tersebut berkembang melalui RBI dengan cakupan kolaborasi yang lebih luas. Masyarakat di dorong tidak hanya menjadi penerima program, tetapi ikut menentukan persoalan dan solusi di lingkungannya.

Supervisor 1 HSSE Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Semarang Ardi Maulana Mubarak mengatakan, workshop tersebut harapannya menghasilkan aksi yang bisa diterapkan secara langsung.

“Kami berharap materi yang ada dapat menambah kompetensi dan pengetahuan para relawan. Sehingga implementasi dalam kegiatan di Rumah Sehat maupun berbagai kegiatan kelompok SAPA dan LSAPA di Kelurahan Tanjungmas,” ujarnya.

Pertamina sebelumnya juga menjalankan program pemberdayaan masyarakat Lawang Cemoro – Pintu Harapan Masyarakat Semarang Utara di Tanjungmas.

Program tersebut menyentuh sejumlah persoalan warga, mulai dari pendampingan korban KDRT, konseling, edukasi, pemberian makanan tambahan, hingga pengembangan green house dan Sistem Filterisasi Air Ramah Lingkungan (SITIRTA).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang, Pranyoto menegaskan bahwa perlindungan perempuan dan anak tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.

“Perlindungan perempuan dan anak tidak bisa kita kerjakan sendiri. Perlu kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, media, dan berbagai elemen lainnya agar tercipta ruang yang aman bagi perempuan dan anak,” ujarnya.

Dalam skema RBI, Relawan SAPA Tanjungmas harapannya menjadi penghubung antara persoalan warga dan sumber daya yang tersedia. Mereka juga di dorong memperkuat jejaring masyarakat agar penanganan persoalan perempuan dan anak tidak berjalan sendiri-sendiri.

Workshop tersebut tidak hanya berisi pemaparan materi. Peserta juga mengikuti diskusi kelompok untuk mengidentifikasi kondisi, potensi, dan persoalan yang masyarakat Kelurahan Tanjungmas hadapi.

Dari proses itu, relawan harus menyusun rencana aksi yang sesuai dengan kebutuhan warga. Pemetaan tersebut juga harapannya memperjelas kontribusi Relawan SAPA terhadap indikator RBI. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp