Meski demikian, KONI Jateng masih menunggu regulasi dan keputusan dari KONI pusat. Utamanya terkait status resmi Orado sebelum proses lebih lanjut di tingkat provinsi.
Sementara itu, Ketua Umum Pengprov Orado Jawa Tengah, Suli Wiranta, menegaskan bahwa audiensi ini bertujuan mendaftarkan domino sebagai cabang olahraga resmi sekaligus meminta arahan terkait persyaratan organisasi.
“Kami datang ke KONI Jateng untuk melakukan audiensi dan mendaftarkan olahraga domino agar bisa menjadi salah satu cabang olahraga di KONI,” katanya.
Saat ini, Orado Jateng baru memiliki enam kepengurusan kabupaten/kota yang terbentuk, yakni di Wonosobo, Magelang, Pekalongan, Batang, dan Jepara. Namun pihaknya menargetkan seluruh 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah dapat segera terbentuk kepengurusan.
Target tersebut semakin dikejar karena Orado berencana mengikuti kejuaraan nasional pada April 2026.
Wakil Sekretaris Pengprov Orado Jawa Tengah, Yayak Oktavianus Ronsumbre, mengatakan pihaknya akan mempercepat pembentukan cabang daerah agar memenuhi syarat organisasi sekaligus menyiapkan atlet.
“Kami dikejar dari pengurus pusat supaya bulan April bisa ikut kejuaraan nasional. Jadi mau tidak mau pembentukan cabang kabupaten/kota harus segera selesai. Target awal 29 Kabupaten dan 6 Kota,” ujarnya.
BACA JUGA: KONI Kota Semarang Matangkan Persiapan Jelang Porprov Jateng 2026
Ia juga menekankan bahwa Orado memiliki misi mengubah stigma negatif domino. Yang selama ini kerap terkaitkan dengan perjudian menjadi olahraga resmi berbasis prestasi, seperti halnya catur.
“Di sini kami ingin mengenalkan bahwa domino itu olahraga cabang baru dan mengubah stigma buruk yang dulu teranggap judi menjadi olahraga resmi,” tegasnya.
Dalam skema pembinaan atlet, setiap kabupaten/kota nantinya akan mengirim maksimal tiga atlet ke tingkat provinsi sebelum penyeleksian menuju kejuaraan nasional. (*)
Editor: Farah Nazila





