SEMARANG, beritajateng.tv – Tren olahraga lari yang kian lekat dengan gaya hidup urban menjadi peluang besar bagi merek audio olahraga Shokz. Melihat geliat komunitas lari di Kota Semarang, Erajaya Active Lifestyle resmi menghadirkan Shokz Store pertama di Jawa Tengah sekaligus meluncurkan lini produk terbarunya yang menyasar pelari “kalcer” atau pelari dengan pendekatan lifestyle.
Deputi CEO Erajaya Active Lifestyle, Andre Tanudjaja, menyebut Semarang dipilih bukan tanpa alasan. Basis pelari muda dan pemula di ibu kota Jawa Tengah dinilai tumbuh pesat, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat.
“Komunitas pelari di Semarang cukup bagus dan berkembang. Kebutuhan akan produk yang mendukung aktivitas lari juga semakin penting. Karena itu kami memilih Semarang sebagai toko pertama di luar Jakarta,” kata Andre usai peresmian pada Sabtu, 24 Januari 2026 di DP Mall Semarang.
Pelari Kalcer Jadi Bidikan Utama
Berbeda dengan pendekatan produk olahraga konvensional, Shokz datang dengan konsep yang menggabungkan performa, keamanan, dan gaya hidup. Andre menegaskan, Shokz tidak hanya menyasar atlet profesional, tetapi juga pelari harian hingga pengguna aktif yang menjadikan lari sebagai bagian dari identitas sosial.
“Pelari muda dan pelari baru di Semarang cukup tinggi. Ini sejalan dengan karakter produk Shokz yang bukan hanya untuk olahraga, tapi juga nyaman untuk aktivitas harian,” ujarnya.
BACA JUGA: Ramai Parkir Liar di Kawasan DP Mall Semarang, Dinas Perhubungan Akan Ambil Tindakan Tegas
Shokz menghadirkan tiga kategori besar produk, dengan teknologi bone conduction, yakni OpenRun, OpenFit, dan OpenDots. Masing-masing terancang untuk kebutuhan berbeda, mulai dari lari, renang, hingga penggunaan sehari-hari.
Teknologi Bone Conduction Andalan Shokz
Keunggulan utama Shokz terletak pada teknologi bone conduction, yang memungkinkan pengguna tetap mendengarkan musik tanpa menutup telinga. Penghantaran suara melalui getaran tulang rawan, sehingga pelari tetap waspada terhadap kondisi sekitar, seperti kendaraan atau orang lain di lintasan.
“Tujuan bone conduction ini adalah safety. Saat berlari, kita tetap bisa mendengar suara lingkungan. Itu penting untuk keamanan,” jelas Andre.
Selain itu, Shokz juga menghadirkan produk khusus olahraga air yang terlengkapi memori internal. Fitur ini memungkinkan pengguna mendengarkan musik saat berenang tanpa koneksi Bluetooth.
Nyaman untuk Daily dan Lifestyle
Tak hanya fokus pada performa, Shokz juga menggarap segmen lifestyle melalui seri OpenFit dan OpenDots. Desain yang ringan dan tidak masuk ke dalam telinga membuat perangkat nyaman pemakaian dalam waktu lama, baik saat bekerja maupun beraktivitas santai.
“Kalau dipakai harian, hampir tidak terasa menempel. Ini yang membedakan dengan earphone yang masuk ke dalam telinga dan sering bikin cepat capek,” tambah Andre.
Salah satu pelari, Tio, mengaku telah menggunakan Shokz untuk berbagai jenis latihan hingga lomba maraton 42 kilometer. Menurutnya, perangkat ini stabil meski digunakan dalam kecepatan tinggi dan gerakan eksplosif.
“Dipakai lari cepat atau maraton tetap aman, enggak geser. Suaranya jernih, baterainya awet. Buat pelari yang latihan sendiri-sendiri, musik sangat membantu mengurangi stres,” ungkapnya.
BACA JUGA: AEON Hadir di DP Mall Semarang, Supermarket Asal Jepang Surga Groceries dan Makanan Segar
Ia juga menilai Shokz tetap nyaman meski dalam pace tinggi dan tidak mengganggu fokus selama berlari.
Erajaya Active Lifestyle optimistis pasar Shokz di Semarang akan tumbuh. Bukan sekadar perangkat audio, Shokz berharap menjadi simbol gaya hidup aktif, aman, dan modern bagi pelari kalcer di Jawa Tengah. (*)
Editor: Farah Nazila





