Untuk bangunan yang membutuhkan sistem pendingin selama 24 jam, TCL membekali sejumlah unit multi-compressor dengan fitur rotasi kompresor otomatis.
Sistem tersebut hadir untuk menjaga keberlangsungan operasional sekaligus membantu mengurangi beban kerja kompresor.
TCL juga menyediakan teknologi back-up ketika komponen elektronik mengalami gangguan. Selain itu, tersedia sistem heat and cool yang dapat berfungsi untuk kebutuhan pengaturan suhu dalam berbagai kondisi.
Fokus pada solusi dan layanan
Assistant General Manager TCL Indonesia, Novia, mengatakan TCL tidak ingin hanya menawarkan produk kepada konsumen. Perusahaan juga menyiapkan dukungan teknis dan layanan purnajual melalui kolaborasi dengan PT Syailendra Jaya Teknik.
“Kami tidak ingin konsumen hanya membeli lalu mengeluh. Kami ingin memberikan solusi terbaik,” kata Novia.
Untuk memperkenalkan teknologi tersebut secara lebih terbuka, TCL akan mengajak konsultan dan mitra MEP mengunjungi fasilitas manufaktur serta sejumlah proyek rujukan di China pada 9-14 November 2026.
Menurut Novia, kunjungan tersebut penting agar para konsultan dapat melihat langsung proses produksi dan penerapan teknologi TCL. Dengan begitu, pemilihan sistem tidak hanya berdasarkan informasi yang tercantum dalam katalog.
“Melalui kunjungan pabrik nanti, para konsultan bisa melihat langsung proses pembuatan dan penerapannya di lapangan, tidak hanya berpatokan pada katalog,” ujarnya.
Pentingnya instalasi dan perawatan
Guru Besar Departemen Teknik Mesin Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Dipl.-Ing. Ir. Berkah Fajar, mengingatkan bahwa teknologi canggih tidak akan maksimal tanpa desain, instalasi dan perawatan yang tepat.
Menurutnya, sistem tata udara harus mampu menjaga proses pertukaran panas pada unit indoor dan outdoor. Pengelolaan sirkulasi oli pada kompresor juga menjadi bagian penting untuk menjaga usia pakai peralatan.
“Kalau oli tidak kembali ke kompresor, lama-lama kompresor bisa jebol. Karena itu, pemilihan sistem harus memperhitungkan desain, instalasi, kontrol hingga pemeliharaannya,” jelas Prof. Berkah.





