Program ini juga mencakup edukasi pola asuh, pendampingan keluarga, perubahan perilaku berbasis komunikasi, serta penguatan ketahanan pangan melalui pertanian urban.
Di wilayah padat seperti Pancuran dan Kalitaman, lahan terbatas ԁimanfaatkan untuk menanam sayuran organik. Misalnya seperti sawi, selada, daun bawang, seledri, pakcoy, dan kol.
Hasil panen ԁimanfaatkan sebagai bahan baku makanan sehat bagi anak stunting. Sekaligus ԁijual melalui Warung Peduli Stunting untuk menambah pendapatan masyarakat.
“Pendekatan partisipatif ini efektif karena melibatkan langsung masyarakat yang dekat dengan anak stunting,” tegas Suwartiningsih. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





