Saat kita pakai untuk aktivitas perkotaan seperti perjalanan ke kantor, sekolah, maupun berbelanja, mobil dapat berjalan dengan tenaga listrik. Sementara mesin bensin baru bekerja ketika perlu tenaga tambahan, misalnya saat menanjak atau melakukan akselerasi cepat.
Teknologi ini juga didukung sistem regenerative braking, yang mampu mengubah energi saat pengereman menjadi listrik untuk mengisi ulang baterai. Hasilnya, konsumsi bahan bakar dapat di tekan secara signifikan.
BYD mengklaim teknologi Dual Mode (DM) yang ada pada lini kendaraan PHEV mereka mampu memangkas biaya operasional hingga sekitar 60 persen dari kendaraan berbahan bakar bensin untuk jarak tempuh yang sama.
Bahkan dalam pengujian yang melibatkan sejumlah jurnalis di Jawa Tengah. Efisiensi biaya penggunaan kendaraan mencapai 77 persen berkat minimnya konsumsi bensin selama perjalanan.
Keunggulan lain yang membuat teknologi ini semakin diminati adalah kemampuan menempuh perjalanan jarak jauh tanpa rasa cemas kehabisan daya. Ketika baterai habis, kendaraan tetap dapat melaju menggunakan mesin bensin sehingga perjalanan tidak terhenti.
Karakter tersebut membuat kendaraan PHEV kerap kita sebut sebagai “jembatan” menuju kendaraan listrik murni.
Pengguna dapat merasakan sensasi berkendara yang senyap, responsif, dan ramah lingkungan seperti mobil listrik. Namun tetap memiliki keamanan tambahan dari mesin berbahan bakar bensin.
Selain efisiensi energi, faktor layanan purna jual menjadi perhatian utama masyarakat sebelum memutuskan membeli kendaraan berteknologi elektrifikasi.
Biaya Perawatan Lebih Efisien
Head of After Sales PT BYD Motor Indonesia, Ubaedillah, menegaskan bahwa kesiapan jaringan servis dan ketersediaan suku cadang menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan konsumen.
Menurutnya, biaya perawatan kendaraan PHEV juga lebih efisien dari kendaraan konvensional.
Pada model BYD M6 DM misalnya, perawatan berkala setiap satu tahun atau 20.000 kilometer berdasarkan odometer. Serta 10.000 kilometer berdasarkan jam kerja mesin, tergantung mana yang tercapai lebih dahulu.
“Interval servis yang lebih panjang memberikan keuntungan dari sisi biaya perawatan bagi konsumen,” kata Ubaedillah.





