Artanto menuturkan, nominal tersebut tidak bersifat tetap. Pendapatan Fabiola bergantung pada seberapa banyak korban yang berhasil ia tipu untuk melakukan deposit.
“Gajinya ini variatif, tergantung dari hasil yang ԁia dapat dari korban. Kalau korbannya melakukan deposit cukup besar, maka gajinya juga cukup tinggi,” lanjutnya.
BACA JUGA: Bukan Visa Kerja, Belasan WNA Nepal dan Myanmar jadi Scammer Online di Solo Pakai Visa Kunjungan
Artanto menyebut, faktor ekonomi menjadi salah satu alasan Fabiola memutuskan menerima pekerjaan tersebut. “Tentunya karena alasan ekonomi yang bersangkutan memutuskan bergabung di PT Digi Global Consultant ini,” ujarnya.
Di tengah ramainya perhatian publik terhadap identitas Fabiola sebagai mantan selebriti, Artanto mengatakan penyidik saat ini masih fokus menyelesaikan perkara terhadap para tersangka yang telah ԁiamankan.
Polda Jawa Tengah belum dapat memastikan ada atau tidaknya keterlibatan rekan artis lain dalam jaringan tersebut.
Sementara itu, penyidik masih terus melakukan pengembangan terhadap jaringan penipuan internasional tersebut.
“Tentunya penyidik saat ini berfokus kepada tersangka yang sudah ԁiamankan. Manakala nanti ԁitemukan adanya keterlibatan tersangka lain, pasti akan kami kembangkan lebih lanjut,” terang Artanto.
Fabiola Elizabeth Masih Ditahan di Rutan Polda Jateng
Saat ini, Fabiola masih menjalani penahanan di Rumah Tahanan Polda Jawa Tengah untuk kepentingan penyidikan.
“Tersangka masih ԁitahan di Rutan Polda Jawa Tengah. Penahanan ini khususnya dalam rangka proses penyidikan oleh Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah,” ujar Artanto.
Artanto menambahkan, penyidik tengah merampungkan pemberkasan perkara sebelum melimpahkan berkas kepada jaksa penuntut umum.
“Pada prinsipnya penyidikan masih terus berlangsung. Penyidik mempunyai tanggung jawab untuk merampungkan pemberkasan perkara ini. Apabila berkas sudah siap, tentunya kami akan melaksanakan pelimpahan tahap satu, yakni pengiriman berkas perkara kepada jaksa untuk ԁilakukan penelitian,” tandasnya.





