Iriato juga mengungkapkan bahwa ke depan, Bank Jateng akan terus menguatkan budaya inovasi dan pengembangan SDM. Hal ini agar dapat memberikan layanan yang semakin responsif, efisien, dan berbasis teknologi.
“Kami berkomitmen untuk menjadi bank pembangunan daerah yang tidak hanya unggul di Jawa Tengah. Namun juga mampu bersaing di tingkat nasional maupun global, selaras dengan tema “From Nusantara to The World”,” tandasnya.
BACA JUGA: Bank Jateng Perkuat Sinergi dengan Polres Salatiga, Jalin Kerja Sama Layanan Payroll Gaji PNPP
Kadiv Operasional Bank Jateng Yuli Prabowo, mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya atas prestasi yang tim Bank Jateng raih.
“Capaian ini adalah hasil dari kolaborasi, dan semangat inovasi seluruh tim. Kami percaya, transformasi operasional harus bermulai dari lini muda. Serta IOBS menjadi wadah strategis untuk menumbuhkan budaya berpikir kritis dan adaptif dalam menghadapi tantangan digital,” ujar Yuli.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa penghargaan ini bukan semata pengakuan atas pencapaian, tetapi juga dorongan untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan.
“Ke depan, Bank Jateng akan terus mendorong inovasi operasional yang berorientasi pada kebutuhan nasabah, efisiensi layanan, dan tata kelola yang baik. Kami berkomitmen untuk mendukung bankir muda agar berani bereksperimen dan membawa perubahan yang bermakna,” tambahnya.
Ketua Umum FKDOP, Arman Wahyudi, menjelaskan bahwa forum ini berlangsung dengan semangat mendukung bankir muda Indonesia yang kreatif, inovatif, di bidang operasional.
“FKDOP menyelenggarakan 1st Indonesia Operations Banking Summit dengan tujuan menjadi wadah yang menginspirasi dan mendidik para bankir muda berbakat. Di sini mereka tidak hanya berbagi pengetahuan tentang inovasi dan strategi operasional, tetapi juga membangun jaringan dan kolaborasi antarbank,” ujar Arman. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





