SEMARANG, beritajateng.tv – Banjir bandang yang terjadi di Nepal sungguh menyisakan duka yang cukup dalam. Pasalnya sampai saat ini masih banyak ratusan orang hilang dan menunggu harapan.
Pemerintah Nepal sendiri mengkonfirmasi bahwa kurang lebih ada 500 warga negara asing yang belum juga ditemukan. Jumlah tersebut terdiri dari 178 warga india, 65 warga AS dan 33 warga Inggris.
Pencarian korban banjir bandang ini cukup sulit karena faktor lumpur yang sangat tebal mengakibatkan kondisi begitu parah. Bahkan operasi pencarian sempat berhenti khawatir banjir susulan akibat danau baru yang meluap.
BACA JUGA: Jumlah Korban Jiwa di Nepal Bertambah, Ilmuan Sebut Dugaan Banjir Bandang Karena Pencairan Gletser
Warga setempat hanya bisa berharap bahwa masih ada harapan untuk keluarga maupun teman mereka yang statusnya masih hilang.
Berikut ini terungkap beberapa fakta-fakta seputar sunami banjir bandang yang terjadi di Nepal.
Fakta-Fakta Banjir Bandang di Nepal
Terima Bantuan dari Luar Negeri
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui perwakilannya di Nepal mengerahkan tim penyelamat serta menyalurkan berbagai kebutuhan medis darurat untuk mendukung penanganan bencana.
Pimpinan WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyampaikan bahwa langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat yang terdampak.
Selain memberikan bantuan darurat, WHO juga berkomitmen untuk terus memantau potensi risiko terhadap kesehatan masyarakat, meningkatkan sistem pengawasan terhadap penyakit.
Selain itu memastikan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan esensial tetap tersedia selama kondisi darurat berlangsung.
Dukungan terhadap Nepal juga datang dari India yang mengirimkan bantuan sebanyak 10 ton guna membantu proses penanganan dan pemulihan akibat bencana tersebut.
BACA JUGA: Raditya Dika Hapus Podcast Bareng Nagita Slavina yang Banjir Kritik Netizen, Sempat Bahas Anak
Ratusan Warga Hilang dari Berbagai Negara
Berdasarkan informasi dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, terdapat sekitar 45 warga negara Indonesia (WNI) yang menetap di Kathmandu, Nepal, dan sebagian besar bekerja dalam sektor perhotelan.





