SEMARANG, beritajateng.tv – Masih di bulan Agustus 2026 namun kabar sunami kian datang bergantian. Banjir bandang dan longsong besar yang terjadi di wilayah perbatasan Nepal dan China sungguh menyisakan duka.
Banyak korban jiwa yang berjatuhan, bahkan terkonfirmasi kurang lebih ada 1.400 orang yang masih hilang akibat sunami tersebut.
Sedangkan untuk jumlah korban jiwa kini mencapai kurang lebih 392 orang. Para korban yang hilang hingga meninggal dunia terdiri dari wisatawan asing yang tengah melakukan pendakian menuju Himalaya.
BACA JUGA: Bukan Visa Kerja, Belasan WNA Nepal dan Myanmar jadi Scammer Online di Solo Pakai Visa Kunjungan
Jumlah wisatawan asing yang terkonfirmasi masih hilang yakni sebagian kelompok besar adalah warga India.
Sementara Amerika Serikat melaporkan ada 90 warganya yang masih dalam proses pencarian.
Bahkan ada pula puluhan peziarah Hindu yang sedang menuju Gunung Kailas bersalju namun kini tersapu banjir bandang yang berlangsung secara tiba-tiba.
Banjir Bandang di Nepal China
Para ahli menyebutkan bahwasanya kemungkinan ada risiko banjir susulan sehingga para warga yang berhasil menyelamatkan diri harap terus antisipasi akan risiko tersebut.
Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), bencana tersebut terjadi akibat runtuhnya gletser yang kemudian memicu derasnya aliran material berupa es dan puing-puing.
Pemanasan global dan perubahan iklim turut mempercepat pencairan gletser di berbagai wilayah dunia. Kondisi ini dapat meningkatkan potensi terjadinya banjir danau glasial serta risiko keruntuhan gletser.
BACA JUGA: Raditya Dika Hapus Podcast Bareng Nagita Slavina yang Banjir Kritik Netizen, Sempat Bahas Anak
Mengutip dari berbagai sumber, bahwa dari pihak Beijing kini menyatakan ada 100 warga negara Tiongkok yang kabarnya hilang akibat sunami tersebut.
Peristiwa ini berhasil terekam dan tersebar di berbagai media sosial. Membuat banyak pihak ikut simpati atas sunami yang berlangsung begitu hebat.
Bahkan Nepal juga menerima bantuan Internasional supaya banjir bandang tersebut dengan cepat teratasi dan orang-orang yang hilang dapat ditemukan.





