SALATIGA, beritajateng.tv — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga menjelaskan alasan di balik tidak dibangunnya akses menuju Solo pada Exit Tol Pattimura di ruas Tol Semarang–Solo.
Pembukaan exit tol tersebut ia tegaskan telah melalui berbagai kajian teknis dan pertimbangan matang, termasuk kapasitas jalan serta kondisi lalu lintas di sekitar lokasi.
Penjelasan ini pihak tersebut sampaikan dalam kegiatan peninjauan pembangunan Exit Tol Pattimura di Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Sabtu 18 April 2026, bersama anggota DPR RI Fadholi.
Direktur Jalan Bebas Hambatan Ditjen Bina Marga, Dedy Gunawan, menyebutkan bahwa pembukaan akses tanpa kajian justru berpotensi menimbulkan biaya tinggi.
“Hal itu tentu akan membebani Badan Usaha Jalan Tol (BUJT),” jelasnya di hadapan sejumlah pejabat daerah, termasuk Wali Kota Salatiga Robby Hernawan dan Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
BACA JUGA: Mendikdasmen Tebarkan Virus Sekolah Sehat dan Sehat Berwawasan Lingkungan di Salatiga
Menurut Dedy, berdasarkan analisis, akses menuju Solo sudah terakomodasi melalui Exit Tol Tingkir di Salatiga. Karena itu, Exit Tol Pattimura saat ini hanya di fungsikan untuk lalu lintas dari dan menuju arah Semarang.
Ia juga menambahkan, pembukaan akses ke arah Solo di Exit Tol Pattimura justru ternilai belum memberikan dampak optimal terhadap pengembangan wilayah sekitar.
Meski demikian, kemungkinan pengembangan lanjutan tetap terbuka di masa mendatang.
“Tidak menutup kemungkinan ke depan akan ada pembangunan akses ke arah Solo di exit tol ini,” tambahnya.
Sementara itu, Fadholi mengungkapkan adanya kekhawatiran dari sebagian masyarakat terkait dampak jika ada pembukaan akses ke Solo.
“Ada anggapan Salatiga bisa menjadi kota ‘mati’ jika akses ke Solo buka. Namun aspirasi masyarakat tetap kami sampaikan ke kementerian untuk jadi pertimbangan,” ujarnya.
BACA JUGA: Kemenhub Sebut Bus Laka di Exit Tol Krapyak Tak Layak Jalan, Polisi Bakal Periksa PO Cahaya Trans
Ia tetap mengapresiasi mulainya pembangunan Exit Tol Pattimura yang telah lama masyarakat nantikan. Proyek ini harapannya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Kota Salatiga maupun Kabupaten Semarang.
Pembangunan Exit Tol Pattimura terjadwalkan berlangsung selama 300 hari. Mulai 6 April 2026 hingga 31 Januari 2027, dengan nilai proyek mencapai Rp113,3 miliar.
Ruang lingkup pekerjaan meliputi pembangunan ramp on sepanjang 661 meter, ramp off 998 meter, serta Jalan Pattimura sepanjang 555 meter. (*)
Editor: Farah Nazila




