Pendidikan

Tiga Ratus Ribu Lulusan SMP di Jateng Terancam Tak Lolos Sekolah Negeri, Pemprov Siapkan 139 Sekolah Swasta Mitra

×

Tiga Ratus Ribu Lulusan SMP di Jateng Terancam Tak Lolos Sekolah Negeri, Pemprov Siapkan 139 Sekolah Swasta Mitra

Sebarkan artikel ini
Lulusan SMP
SMA Laboratorium UPGRIS, (Foto: Google Review)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sebanyak 567.500 lulusan SMP ԁiperkirakan mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Tengah 2026. Namun, daya tampung SMA dan SMK negeri di Jawa Tengah hanya mencapai 231.724 kursi atau sekitar 40,83 persen dari total lulusan.

Kondisi tersebut membuat ratusan ribu calon murid harus mencari alternatif pendidikan lain, termasuk melalui program Sekolah Kemitraan yang melibatkan SMA dan SMK swasta dengan dukungan pembiayaan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

Ketua SPMB Jawa Tengah 2026 sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Ꭰinas Pendidikan (Ꭰisdik) Jawa Tengah Sunarto mengungkapkan jumlah lulusan SMP tahun ini masih jauh lebih besar ԁibandingkan daya tampung sekolah negeri.

“Perkiraan jumlah lulusan SMP di Jawa Tengah ini ada di angka sekitar 567.500-an siswa. Kemudian, daya tampung kita itu ada di angka 231.724 kursi,” ujar Sunarto saat beritajateng.tv jumpai di kantornya, Rabu, 3 Juni 2026.

Sunarto menuturkan, kapasitas SMA dan SMK negeri saat ini hanya mampu menampung sebagian lulusan SMP yang ada di Jawa Tengah.

BACA JUGA: Aturan Baru SPMB Jateng 2026, Disdik Tambah Komponen Nilai TKA dan Perluas Kuota Domisili Khusus

“Daya tampung tersebut kurang lebih menjangkau 40,83 persen dari total lulusan,” lanjutnya.

Untuk memperluas akses pendidikan, Pemprov Jawa Tengah kembali menjalankan program Sekolah Kemitraan yang melibatkan SMA dan SMK swasta. Program tersebut menyasar calon murid dari keluarga kurang mampu yang belum tertampung di sekolah negeri.

Sunarto mengatakan jumlah sekolah kemitraan tahun ini tidak mengalami perubahan ԁibandingkan tahun sebelumnya. Begitu pula dengan kuota yang tersedia pada masing-masing sekolah mitra.

“Tidak ada, masih sama persis seperti tahun kemarin. Totalnya di 139 SMA dan SMK swasta penyelenggara. Kita masih menggunakan SK yang sama. Masih sama, masing-masing sekolah kemitraan mendapat kuota 36 siswa, regulasinya juga masih sama,” ujar Sunarto.