Pendidikan

Tiga Ratus Ribu Lulusan SMP di Jateng Terancam Tak Lolos Sekolah Negeri, Pemprov Siapkan 139 Sekolah Swasta Mitra

×

Tiga Ratus Ribu Lulusan SMP di Jateng Terancam Tak Lolos Sekolah Negeri, Pemprov Siapkan 139 Sekolah Swasta Mitra

Sebarkan artikel ini
Lulusan SMP
SMA Laboratorium UPGRIS, (Foto: Google Review)

Berdasarkan perhitungan tersebut, total kuota Sekolah Kemitraan tahun ini mencapai 5.004 kursi yang tersebar di 139 SMA dan SMK swasta di berbagai daerah Jawa Tengah.

Sekolah Mitra Tahun Lalu Terima Murid Baru Tak Sampai 50 Persen, Ꭰisdik Andalkan DTSEN

Meski menjadi salah satu solusi bagi siswa dari keluarga kurang mampu, tingkat keterisian program Sekolah Kemitraan tahun lalu ternyata belum optimal. Dari total 5.004 kursi yang tersedia, hanya sekitar 2.390 siswa yang masuk melalui sistem SPMB.

“Dari total kuota 5.004 kursi, yang berhasil terserap murni melalui sistem SPMB tahun kemarin itu di angka 2.390 siswa,” ungkap Sunarto.

Setelah itu, Ꭰisdik Jawa Tengah melakukan sejumlah langkah tambahan untuk memenuhi kuota yang masih kosong.

Sunarto mengakui terdapat beberapa sekolah penyelenggara yang bahkan tidak memperoleh siswa sama sekali melalui program tersebut.

Oleh sebab itu, Ꭰisdik memberikan kesempatan terakhir kepada sekolah-sekolah tersebut pada pelaksanaan SPMB tahun ini.

“Ada evaluasi ya tentunya, bahwasanya terdapat beberapa sekolah yang tahun kemarin itu tidak ada peminatnya, artinya mereka tidak mendapat murid dari program ini,” ujarnya.

Menurut Sunarto, sekolah yang kembali tidak mendapatkan peserta tahun ini berpotensi kehilangan kuota bantuan pada tahun berikutnya.

BACA JUGA: Datangi Posko SPMB 2026, Ortu Siswa Bingung Muncul NIK “Gaib” di Data Disdik Jateng

“Tapi kalau tahun ini nanti mereka tidak dapat murid lagi, kuota bantuannya akan kita alihkan di tahun depan ke sekolah swasta yang lain,” tegasnya.

Untuk meningkatkan keterisian kuota afirmasi dan sekolah kemitraan, Ꭰisdik Jawa Tengah mulai menggunakan Data Terpadu Sasaran Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan seleksi.

“Tahun ini kita menggunakan acuan data DTSEN pada jalur afirmasi. Dengan penggunaan data DTSEN ini, kita memiliki harapan yang tinggi nanti sekolah-sekolah kemitraan maupun jalur afirmasi di negeri bisa terpenuhi kuotanya,” kata Sunarto.

Penggunaan DTSEN menjadi salah satu perubahan penting dalam SPMB 2026. Sebelumnya, Ꭰisdik masih menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).