Lintasan adu penalti kemudian berlangsung menegangkan hingga detik akhir dengan memperlihatkan mental juang kedua tim. Namun, keunggulan tipis Vietnam sekaligus ketangguhan mereka dalam situasi krusial memastikan Timnas putri U16 Indonesia harus rela menempati posisi keempat dalam turnamen ini.
Posisi Keempat bagi Timnas Putri U16
Meski tak membawa pulang medali, pencapaian posisi keempat tetap patut diapresiasi. Timnas putri U16 menunjukkan kualitas dan perkembangan yang menjanjikan di level regional.
Bermain secara kompetitif hingga adu penalti adalah bukti bahwa skuad muda ini memiliki fondasi taktik, mental, dan kerja tim yang kokoh. Laga ini pun bisa menjadi bahan evaluasi penting.
Bagaimana mengatasi tekanan di stadion besar, mengantisipasi situasi bola mati atau bunuh diri, serta mengelola fokus saat adu penalti. Semua itu pelajaran berharga untuk mematangkan kualitas generasi selanjutnya.
Optimisme dan Harapan
Semangat penggemar sepak bola tentu tidak padam di sini. Adanya kerja keras, pelatihan teknis, mental, hingga pengalaman lomba internasional, Timnas putri U16 punya peluang membalik keadaan di turnamen mendatang. Pengalaman ini bisa menjadi pijakan agar lebih tangguh, lebih matang, dan lebih siap menghadapi tekanan.
Indonesia tetap punya calon-calon bintang masa depan. Kuncinya harus selalu mengasah kemampuan, mendapat pengalaman bertanding reguler, dan pembinaan melalui kompetensi regional maupun internasional.
Meski peringkat keempat, semangat nasionalisme, bakat, dan potensi mereka jauh lebih tinggi. (*)