KUDUS, beritajateng.tv – Bank Jateng terus berkomitmen untuk mendukung pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) di Kudus melalui pelatihan dan pendampingan yang relevan. Kali ini, Bank Jateng Kantor cabang Kudus berkolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, dan Koperasi UKM Kudus untuk mengadakan pelatihan tata boga bagi para pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Car Free Day (CFD) Kudus.
Sebanyak 96 orang mengikuti pelatihan yang berlangsung mulai 26-28 Agustus 2025. Sebagian besar peserta pedagang yang berjualan di area CFD Kudus. Kegiatan ini terbagi menjadi tiga kelompok, dengan 32 pedagang yang mengikuti setiap sesi pelatihan harian.
Ketua Paguyuban PKL CFD Kudus, Yanuar Hilmi, menyampaikan bahwa tujuan dari pelatihan ini untuk memberikan wawasan baru dalam dunia kuliner, serta memperkenalkan berbagai menu inovatif yang dapat menambah variasi produk jualan mereka.
“Para pedagang CFD biasanya menjual makanan sederhana seperti cilok. Dengan pelatihan ini, mereka dapat memperkenalkan kuliner baru yang lebih variatif dan kekinian,” ujar Yanuar.
BACA JUGA: Bank Jateng Friendship Run Purwokerto Padukan Lari Sehat dan Pemberdayaan UMKM Lokal
Pelatihan ini dipandu oleh Chef Veronica Julia Ratnasari yang mengajarkan peserta cara membuat berbagai hidangan kuliner populer dan diminati masyarakat. Di hari pertama, peserta belajar membuat odeng dan ichigo daifuku. Hari kedua, mereka mencoba membuat tiramisu sodok dan sate merah. Pada hari terakhir, mereka mempraktikkan pembuatan yakitori dan cake comel.
Meskipun pelatihan ini berlangsung singkat selama dua jam per sesi, harapannya para pedagang dapat segera mengaplikasikan ilmunya untuk meningkatkan daya jual produk mereka di lapak CFD. Bahkan, para peserta dapat melakukan demo masak di alun-alun untuk memperkenalkan hasil olahan mereka kepada masyarakat.
Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton, yang turut hadir dalam pelatihan, mengapresiasi inisiatif ini. Menurutnya, pelatihan ini sangat selaras dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas produk kuliner PKL dan menjaga keamanan pangan.
“Ilmu tersebut harus diterapkan dengan baik, agar produk yang dihasilkan lebih berkualitas, sehat, dan layak konsumsi,” ujar Bellinda.
BACA JUGA: Peringati HUT RI dan Hari Jadi Kab. Pekalongan, Bank Jateng Perkuat Dukungan terhadap UMKM
Selain itu, Bellinda juga mendorong para pedagang untuk melengkapi legalitas usaha mereka, termasuk sertifikasi halal dan PIRT, sehingga produk semakin terpercaya dan memiliki daya saing yang lebih tinggi.
Bank Jateng Berupaya Memberdayakan Masyarakat
Risdianto, Pemimpin Bank Jateng cabang Kudus, mengatakan bahwa program pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Bank Jateng untuk terus berperan aktif dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, terutama para pelaku UMKM.
“Bank Jateng sangat mendukung inisiatif ini karena kami percaya bahwa UKM memiliki peran besar dalam perekonomian lokal. Melalui pelatihan ini, kami berharap para pedagang dapat lebih kreatif dan inovatif dalam menawarkan produk mereka, sekaligus meningkatkan kualitas dan daya saing mereka di pasar,” kata Risdianto.
Melalui pelatihan ini, Bank Jateng berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kudus, khususnya para pelaku UMKM, dan mendorong mereka untuk terus berkembang di tengah tantangn ekonomi yang ada. (*)
Editor: Andi Naga Wulan.





